Konten dari Pengguna

Proses Terjadinya Petir dan Dampak yang Ditimbulkan dalam Kehidupan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://unsplash.com/@721y - jelaskan proses terjadinya petir
zoom-in-whitePerbesar
https://unsplash.com/@721y - jelaskan proses terjadinya petir

Jika kalian diminta untuk jelaskan proses terjadinya petir, bagaimana kalian akan menjawabnya? Petir atau kilat merupakan salah satu contoh gejala alam yang akan sering kita temui di musim hujan.

Satu hal yang identik dengan petir adalah munculnya kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan, yang akan disusul dengan munculnya suara menggelegar. Perbedaan waktu munculnya cahaya dan suara tersebut ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.

Baca Juga: Kumpulan Doa Hujan Angin Kencang dan Petir Menurut Ajaran Islam

Jelaskan Proses Terjadinya Petir!

Sumber: Unsplash.com

Mengutip dari buku IPA TERPADU: Jilid 3A, Mikrajuddi, dkk, Esis, proses terjadinya petir atau halilintar merupakan kumpulan udara panas yang naik ke langit saat hari sedang cerah dan bisa menjadi bermuatan dengan cepat. Muatan itulah yang nantinya akan menjadi bentuk butiran air dalam awan.

Petir adalah salah satu simbol dari adanya kekuatan listrik alam dan menjadi fenomena alam paling mematikan yang dikenal manusia. Energi yang dihasilkan petir akan memanaskan udara sampai dengan sekitar 18.000 derajat Fahrenheit. Inilah yang menyebabkan udara mampu berkembang dengan cepat, llau menciptakan gelombang suara yang dikenal sebagai guntur.

Proses Terjadinya Petir

Proses terjadinya petir dapat digolongkan menjadi beberapa tahapan berikut.

  • Semua air yang ada di permukaan bumi mengalami penguapan, dan naik ke atmosfer dalam bentuk gas.

  • Uap air yang naik ke atmosfer mengalami akumulasi, sehingga terbentuklah awan cumulonimbus yang besar, padat, dan sangat tinggi pada ketinggian sekitar 15000-25000 kaki di atas permukaan laut.

  • Pemisahan muatan ketika kristal es bertabrakan dengan graupel (campuran es-air lunak) akan menimbulkan muatan listrik.

  • Pemisahan muatan tersebut memerlukan udara vertikal yang kuat, agar bisa membawa tetesan air ke atas, ditambah dengan pendinginan antara -10 dan -40 ° C.

  • Muatan positif akan ditransfer ke kristal es, dan muatan negatif untuk graupel.

  • Karena es kurang berat, gerakan udara vertikal membawa es ke bagian atas awan

  • Gerakan tersebut mengakibatkan bagian atas awan menjadi bermuatan positif.

  • Gravitasi akan menyebabkan graupel turun ke tengah dan bagian bawah awan.

  • Inilah yang menyebabkan muatan negatif pada bagian bawah awan meningkat.

  • Awan akan memiliki beda potensial yang cukup untuk menimbulkan lompatan listrik yang dikenal sebagai petir.

Dampak Terjadinya Petir dalam Kehidupan

Lantas, dampak apa yang muncul akibat terjadinya petir? Selain menghasilkan kilatan cahaya yang menegangkan dan suara menggelegar petir ternyata bisa menimbulkan dampak lain yang luar biasa, yaitu:

Efek Listrik

Saat petir terjadi, akan muncul efek listrik untuk manusia. Arus petir juga akan menimbulkan tegangan yang tinggi di sekitar elektroda bumi yang pastinya sangat berbahaya bagi makhluk hidup.

Efek Thermal

Terjadinya petir juga akan menyebabkan efek thermal, yang merupakan proses pelepasan muatan petir terbatas pada kenaikan temperatur konduktor yang akan dilalui arus petir yang besar dalam waktu yang singkat.

Demikian jawaban dari pertanyaan jelaskan proses terjadinya petir sebagai salah satu fenomena alam. Semoga bisa dipahami. (DNR)