Konten dari Pengguna

Puspeka: Pengertian dan Contoh Programnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi puspeka adalah. sumber: unsplash/headway
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi puspeka adalah. sumber: unsplash/headway

Pendidikan karakter menjadi kebutuhan mendesak di tengah tantangan era digital yang kompleks. Puspeka adalah program unggulan Kemendikbudristek yang hadir untuk menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan literasi digital.

Penguatan nilai karakter kini harus sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat. Oleh sebab itu, Puspeka dirancang untuk mendukung pengembangan karakter generasi muda melalui integrasi pendidikan berbasis digital.

Melalui Moderasi Beragama dan Profil Pelajar Pancasila, Dr. H. Asren Nasution, M.A. (2025:V) menjelaskan Puspeka sebagai satuan kerja yang khusus menangani penguatan karakter. Programnya menyasar kepada generasi muda Indonesia.

Puspeka adalah? Pengertian Puspeka dan Program Literasi Digitalnya

ilustrasi puspeka adalah. sumber: unsplash/jose aljovin

Puspeka adalah Pusat Penguatan Karakter, sebuah lembaga di bawah Kemendikbudristek yang fokus pada pendidikan karakter. Lembaga ini bertujuan membentuk pelajar berintegritas dan berwawasan kebangsaan melalui program literasi digital.

Puspeka memiliki mandat untuk mempersiapkan generasi Indonesia menghadapi revolusi industri 4.0 secara bijak. Nilai-nilai luhur diintegrasikan dalam sistem pendidikan berbasis teknologi guna memperkuat karakter siswa.

Literasi digital merupakan kecakapan penting dalam menggunakan media digital secara cerdas dan bertanggung jawab. Puspeka memfasilitasi peningkatan kompetensi tersebut agar pelajar dapat memilah informasi secara kritis dan objektif.

Digitalisasi dalam pembelajaran harus sejalan dengan pemahaman nilai karakter dan etika berteknologi. Maka dari itu, Puspeka hadir memberikan ruang literasi digital yang seimbang antara pengetahuan dan moralitas.

Satuan pendidikan dapat berkolaborasi dengan Puspeka melalui pelatihan, konten pembelajaran digital, dan webinar. Sekolah didorong memanfaatkan media sosial resmi Puspeka seperti Instagram dan YouTube sebagai sumber literasi.

Portal “Sahabat Karakter” juga menyediakan praktik baik yang bisa diterapkan di sekolah dalam mendukung PPK. Peran guru sebagai fasilitator utama sangat menentukan keberhasilan program penguatan karakter berbasis digital.

Puspeka mendorong penerapan literasi digital agar pelajar memiliki keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Pembiasaan menggunakan teknologi secara positif menciptakan pelajar yang komunikatif dan kolaboratif.

Melalui program Gerakan Literasi Sekolah (GLS), literasi digital dijadikan alat penguat karakter siswa di berbagai jenjang pendidikan. Pendidikan karakter tidak lagi bersifat konservatif, melainkan adaptif terhadap dinamika zaman.

Baca juga: Standar Kompetensi Lulusan dan Karakteristik Mapel dalam Pengembangan Kurikulum

Puspeka adalah langkah strategis untuk mencetak pemuda Indonesia yang unggul dalam karakter dan kecakapan digital. Dengan begitu, cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 dapat terwujud melalui SDM yang tangguh dan berkarakter. (HAN)