Rangkuman Membiasakan Berpikir Kritis dan Semangat Mencintai IPTEK: PAI Kelas 11

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

(DK)Rangkuman membiasakan berpikir kritis dan semangat mencintai IPTEK terdapat dalam materi Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk siswa kelas 11. Siswa akan mempelajari dalil Al-Qur'an tentang pengembangan IPTEK dan manfaat berpikir kritis.
IPTEK singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Ilmu ini telah diklasifikasi, menghasilkan kebenaran yang obyektif, sudah diuji kebenarannya, dan dapat diuji ulang secara ilmiah.
Rangkuman Membiasakan Berpikir Kritis dan Semangat Mencintai IPTEK dalam Al-Qur'an
Islam melalui ayat-ayat Al-Qur'an telah mengajarkan manusia untuk berpikir secara kritis melalui pengembangan IPTEK. Dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam, Bachrul Ilmy (2007:78), berikut ini adalah rangkuman membiasakan berpikir kritis dan semangat mencintai IPTEK dalam dalil Al-Qur'an.
1. Surah Yunus
Surah Yunus ayat 101 dalam Arab, latin, dan artinya adalah sebagai berikut.
قُلِ انْظُرُوا مَا ذَا فِي السَّمَوْتِ وَالْأَرْضِ وَمَا تُغْنِي الْآيَتُ وَالنُّذُرُ عَنْ قَوْمٍ لَا يُؤْمِنُوْنَ
Qulindhuru madza fis-samawati wal-ardl, wa ma tughnil-ayatu wan-nudzuru ‘ang qaumil la yu'minun.
Artinya: "Katakanlah, perhatikan apa yang ada di langit dan bumi. Tidaklah bermanfaat tanda-tanda (kebesaran Allah) dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang yang tidak beriman".
Pengembangan IPTEK dalam kandungan surah Yunus ayat 101, yaitu Allah menciptakan langit dan bumi agar dipelajari oleh manusia. Dengan IPTEK, maka manusia didorong untuk dapat berpikir kritis bahwa semua penciptaan Allah memiliki tujuan tertentu.
2. Surah Al-Baqarah
Surat Al-Baqarah ayat 164 dalam Arab, latin, dan artinya adalah sebagai berikut.
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ
النَّاسَ وَمَا أَنزَلَ اللهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَابِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ
وَتَصْرِيفِ الرِّيحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَا يَتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
Inna fi khalqis-samawati wal-ardi wakhtilafil-laili wan-nahari wal-fulkil-lati tajri fil-bahri bima yanfaun-nasa wa ma anzalallahu minas-sama'i mim ma'in fa ahya bihil-arda bada mautiha wa bassa fiha min kulli dabbah tin(w)-wa tasrifir-riyahi was-sahabil-musakhkhari bainas-sama'i wal-ardi la'ayatil liqaumiy yaqilun.
Artinya: "Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti".
Kandungan surah Al-Baqarah ayat 164 bahwa Allah Swt membekali manusia dengain akal. Tujuannya agar manusia dapat berkreasi dan mengambil pelajaran dari ciptaan-ciptaan Allah.
Sumber-sumber pengembangan IPTEK telah disediakan oleh Allah Swt melalui ciptaan-Nya yang ada di langit dan bumi. Dengan berpikir kritis, manusia akan bersemangat dalam mencintai dan menemukan teori-teori pengembangan IPTEK.
Baca juga: Materi Polinomial Kelas 11: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal
Demikian rangkuman membiasakan berpikir kritis dan semangat mencintai IPTEK dalam Islam untuk siswa kelas 11. Materi PAI ini bertujuan agar siswa menjadi pribadi yang lebih cerdas, kreatif, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat. (DK)
