Reboisasi dan Terasering, Dua Cara Mencegah Tanah Longsor yang dapat Diterapkan

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara mencegah tanah longsor adalah dengan melakukan reboisasi dan terasering. Mari simak uraian lengkapnya dalam artikel berikut ini guna mendapatkan informasi yang utuh.
Baca juga: Jenis-Jenis Erosi dan Faktor Penyebabnya
Cara Mencegah Tanah Longsor dengan Reboisasi dan Terasering
Fenomena alam berupa tanah longsor memang kerap terjadi di Indonesia. Biasanya, tanah longsor kerap terjadi di musim hujan dan di daerah yang struktur tanahnya rawan longsor.
Aizid (2021: 60) dalam bukunya yang berjudul Buku Pintar Penanggulangan Tanah Longsor menjelaskan,
Tanah longsor dikarenakan struktur tanahnya yang sudah tidak kuat menahan beban di atasnya. Dengan kata lain, tanah longsor juga dapat disebabkan oleh tanah yang strukturnya tidak padat. Contoh dari tanah jenis ini adalah tanah liat. Sifat dari tanah liat sendiri adalah pecah ketika kemarau dan lembek saat hujan.
Berdasarkan penjelasan Aizid, kita dapat memahami bahwa salah satu penyebab terjadinya tanah longsor adalah struktur tanah yang tidak padat. Demikian dapat kita pahami bahwa salah satu cara untuk menghindari tanah longsor adalah dengan tidak membuat pemukiman di wilayah yang struktur tanahnya tidak padat atau rawan longsor.
Selain menghindari pembuatan pemukiman di wilayah rawan longsor, cara mencegah tanah longsor adalah dengan reboisasi dan terasering. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti dari reboisasi adalah penanaman kembali hutan yang telah ditebang (tandus, gundul) dan arti dari terasering adalah lahan miring yang dibuat bertingkat-tingkat untuk pertanian yang berfungsi untuk mencegah longsor.
Mengapa Reboisasi dan Terasering dapat Mencegah Longsor?
Reboisasi dapat mencegah longsor sebab dapat menahan air hujan. Pasalnya, keberadaan pohon mampu menahan serta menampung air hujan yang turun sehingga air tidak langsung menggerus dan memicu pergerakan tanah.
Terasering dapat mencegah longsor karena dapat memperkecil kemiringan lereng. Surjandari, dkk. (2021: 20) dalam bukunya yang berjudul Penggunaan Terasering pada Lereng yang Menerima Beban Lalu Lintas menjelaskan,
Terasering adalah bangunan konservasi tanah dan air yang secara mekanis dibuat untuk memperkecil kemiringan lereng atau mengurangi panjang lereng dengan cara menggali dan mengurug tanah melintang lereng.
Berdasarkan penjelasan di atas, kita dapat memahami bahwa reboisasi dapat mencegah longsor karena adanya pohon yang mampu menahan serta menampung air hujan. Kemudian, terasering dapat mencegah longsor karena mampu memperkecil kemiringan lereng.
Sekian uraian tentang cara mencegah tanah longsor kali ini. Semoga dapat menambah pemahamanmu tentang pentingnya reboisasi dan terasering, ya! (AA)
