Rentetan Kalimat yang Berkaitan Disebut Wacana dalam Bahasa Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata wacana dalam bahasa Indonesia mungkin sudah tidak asing lagi. Pasalnya, kata ini sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Baik dengan keluarga, teman maupun lingkungan. Lalu apakah kalian tahun apa makna dari kata wacana sendiri? Jika belum wacana adalah rentetan kalimat yang berkaitan. Untuk lebih jelasnya kalian bisa menyimak ulasan berikut ini.
Baca juga: 4 Pendapat atau Pertanyaan yang Berkaitan dengan Wacana
Pengertian Wacana dalam Bahasa Indonesia
Mari kita mulai pembahasan dari pengertian wacana, dikutip dari buku Membaca dan Menulis Wacana: Petunjuk Praktis Bagi Mahasiswa karya Josep Hayon, (Grasindo) dijelaskan bahwa wacana berbicara tentang suatu topik sampai tuntas. Ketuntasannya dapat dilihat nyata (tersurat), dalam bentuk rangkaian kalimat, dan dapat juga tersirat.
Wacana juga dapat diartikan sebagai rentetan kalimat yang berkaitan yang menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lain dan membentuk satu kesatuan. Alwi juga menyatakan bahwa untuk membicarakan sebuah wacana dibutuhkan pengetahuan tentang kalimat dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kalimat.
Wacana sendiri dibagi menjadi beberapa, berikut adalah penjelasan lengkapnya:
Wacana langsung (direct speech, direct discourse). Wacana langsung adalah wacana yang sebenarnya dibatasi oleh intonasi atau pungtuasi. Contoh: Salim berkata, “Saya akan datang.”
Wacana pembeberan (expository discourse). Wacana pembeberan adalah wacana yang tidak mementingkan waktu dan penutur, berorientasi pada pokok pembicaraan, dan bagian-bagiannya diikat secara logis.
Wacana penuturan (narrative discourse). Wacana penuturan adalah wacana yang mementingkan urutan waktu, dituturkan oleh persona pertama atau ketiga dalam waktu tertentu, berorientasi pada pelaku, dan seluruh bagiannya diikat oleh kronologi.
Wacana tidak langsung (indirect discourse). Wacana tidak langsung adalah pengungkapan kembali wacana tanpa mengutip secara harfiah kata-kata yang dipakai oleh pembicara, mempergunakan konstruksi gramatikal atau kata tertentu, antara lain klausa subordinatif, kata bahwa, dan sebagainya. Contoh: Salim berkata bahwa ia akan datang.
Jenis Wacana
Sementara itu ada beberapa jenis wacana berdasarkan bentuknya, berikut penjelasannya:
Wacana naratif merupakan bentuk wacana yang dipergunakan untuk menceritakan suatu kisah, uraiannya cenderung ringkas.
Wacana prosedural adalah wacana yang digunakan untuk memberikan petunjuk atau keterangan bagaimana sesuatu harus dilaksanakan.
Wacana ekspositori adalah wacana yang bersifat menjelaskan sesuatu secara informatif.
Wacana hortatori adalah wacana yang digunakan untuk mempengaruhi pendengar atau pembaca agar tertarik terhadap pendapat yang dikemukakan.
Wacana dramatik adalah bentuk wacana yang berisi percakapan antar penutur.
Wacana epistolari adalah wacana yang dipergunakan dalam surat-menyurat.
Wacana seremonial adalah wacana yang digunakan dalam kesempatan seremonial (upacara).
Demikian adalah pembahasan mengenai rentetan kalimat yang berkaitan atau wacana dalam bahasa Indonesia. (WWN)
