Renungan Kaum Ibu Kristen Protestan mengenai Berkat Perempuan

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Meskipun telah menjadi seorang ibu, kita tetaplah anak-anak Allah yang ingin dapat menjadi perempuan penuh berkat, karena itu renungan kaum ibu Kristen Protestan haruslah sering kita lakukan agar benar-benar bisa mewujudkan hal ini.
Renungan kaum ibu Kristen Protestan mengenai berkat seorang perempuan ini tentu luas sekali bahasannya. Dari Alkitab kita belajar kerinduan hati Tuhan agar semua orang percaya dapat menjadi berkat bagi sesama. Menurut buku Renungan Harian: Februari 2017, Tim Penulis RH, 2017, ada beberapa sikap perempuan yang bisa menjadikannya dinilai penuh berkat bagi sekitarnya.
Renungan Kaum Ibu Kristen Protestan Mengenai Berkat Perempuan
Banyak orang-orang yang tidak dapat menggunakan waktunya dengan baik. Yang seharusnya waktu tersebut digunakan untuk bekerja, tetapi digunakan sebaliknya, bermalas-malasan. Seorang wanita yang ingin menjadi berkat, haruslah menjadi seorang yang rajin bekerja.Tuhan tidak menginginkan umat-umat-Nya hidup dalam kemalasan.
Tes. 3:10-13 ,“Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri. Tuhan tidak ingin kita menjadi seorang yang pengangguran walaupun sebagai ibu rumah tangga. Sebagai ibu rumah tangga mempunyai tanggung jawab yang besar. Sukses atau tidaknya seorang anak juga bertanggung pada sikap orang tuanya.
3. Wanita yang takut akan Tuhan akan menjaga kekudusan walaupun ada kesempatan, baik waktu dia masih sendiri atau sudah berkeluarga. Bukan pria saja yang bermasalah dengan kekudusan, wanita-pun juga bermasalah dengan hal ini.
Dalam arti luas, Menjaga kekudusan bukan hanya menjaga keperawanan, tetapi juga menjaga apa yang kita lihat, dengar dan ucapkan. Kekudusan hanya bisa didapat dari Allah yang Kudus. Jadi hubungan dengan Tuhan sangat penting, untuk menjaga kekudusan.
Kejadian 24:16, “Anak gadis itu sangat cantik parasnya, seorang perawan, belum pernah bersetubuh dengan laki-laki; ia turun ke mata air itu dan mengisi buyungnya, lalu kembali naik.”
3. Kejadian 24:26-27, “Lalu berlututlah orang itu dan sujud menyembah TUHAN, serta berkata:
“Terpujilah TUHAN, Allah tuanku Abraham, yang tidak menarik kembali kasih-Nya dan setia-Nya dari tuanku itu; dan TUHAN telah menuntun aku di jalan ke rumah saudara-saudara tuanku ini!”
Saat itu utusan Abraham sedang mencari seseorang yang pantas untuk Ishak, yaitu orang yang takut akan Tuhan karena Abraham dan Ishak adalah orang yang takut akan Tuhan. Utusan Abraham melihat kebaikan dan kemurahan hati dari Ribka, dia langsung berlutut dan menyembah Tuhan. Berarti Ribka memancarkan kasih Tuhan karena dia bertindak seperti orang yang takut akan Tuhan.
Baca Juga: Renungan Harian Kristen Yakobus 1 Ayat 8
Dari renungan kaum ibu Kristen Protestan mengenai berkat seorang perempuan di atas, kita pahami bahwa untuk dapat dinilai sebagai anak Tuhan yang penuh kasih atau tidak tergantung dari apa yang kita lakukan. Pancaran kasih Tuhan tergantung dari perbuatan kita. Kekristenan identik dengan Kasih karena Allah adalah kasih. (DNR)
