Konten dari Pengguna

Renungan Pagi Kristen dari Yesaya 53 tentang Kesetiaan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Renungan Pagi Kristen dari Yesaya 53, Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Renungan Pagi Kristen dari Yesaya 53, Foto: Pixabay

Yesaya 53 adalah salah satu pasal yang sering dijadikan sebagai bahan khotbah atau renungan pagi Kristen. Yesaya 53 ini berisi nubuat tentang penyelamatan umat manusia.

Pasal ini menyatakan apa saja yang harus dilalui oleh Yesus Kristus untuk menebus dosa umat manusia, termasuk setia sampai mati.

Renungan Pagi Kristen dari Yesaya 53

Renungan Pagi Kristen dari Yesaya 53, Foto: Pixabay

Berikut ini adalah renungan pagi Kristen dar Yesaya 53, yang disadur dari buku Intim: Renungan Harian 365 Hari, IR. Jarot Wijanarko & Ir. Ester Setiawati, (2016:28):

Ketika Allah mengutus anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus, ke bumi ini untuk menyelamatkan kita, banyak suka dan duka yang harus dilalui-Nya.

Ketika Ia melakukan mukjizat, bahkan banyak orang yang menolak untuk percaya. Saat memberitakan Injil ke tempat asal-Nya, yaitu Nazaret, Ia pun ditolak.

Ketika Ia menyingkapkan kebenaran, nyawa-Nya juga terancam oleh para ahli taurat yang berusaha untuk menangkap dan membunuhnya.

Sebelum wafat di kayu salib, Ia juga mengalami banyak penderitaan yang sangat menyakitkan, yang membuat wajah-Nya sulit untuk dikenali, seperti yang tertuang dalam

Yesaya 52:14 (TB):

Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia - begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi -

Padahal sesungguhnya dosa kitalah yang ditanggungnya. Hal ini tertuang dalam Yesaya 53:3-4 (TB):

(3) Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.

(4) Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.

Yesus Kristus sebenarnya berkuasa untuk membinasakan semua orang yang jahat kepada-Nya. Namun, alih-alih melakukan hal tersebut, Ia malah menjalankan rencana penyelamatan Allah dengan sempurna dan setia di Bukit Golgota dan akhirnya bangkit pada hari yang ketiga.

Nah, sebagai murid Yesus, kita wajib mengikuti teladan hidup-Nya. Jika Ia mampu terus setia menjalankan semua tugas dari Allah Bapa, maka kita pun hendaknya berbuat hal yang sama.

Kesetiaan ini bisa dimulai dari berbagai hal sederhana, seperti: mengerjakan dan mengumpulkan tugas sekolah atau kuliah tepat waktu, bekerja dengan sungguh-sungguh di kantor, dan melayani dengan sepenuh hati.

Apa pun hal baik yang kita lakukan, lakukanlah seperti untuk Tuhan dan mintalah pertolongan-Nya, agar kita bisa setia di dalam melakukannya.

Baca Juga: Renungan Pagi Kristen dari Yesaya 41:10 tentang Pengharapan

Kini kamu bisa menutup renungan pagi Kristen di atas dengan doa pagi. (BRP)