Renungan Pagi Kristen tentang Kerja Sama

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

"Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh." Pepatah tersebut ternyata juga pernah terjadi di dalam sejarah bangsa Israel dan tertulis di Alkitab. Renungan pagi Kristen kali ini akan diambil dari peristiwa tersebut.
Renungan Pagi Kristen tentang Kerja Sama
Berikut ini adalah renungan pagi Kristen yang disadur dari buku Renungan Harian Remaja: Volume 23, Tim Penulis RH, (2020:14):
Ayat bacaan: Keluaran 17:8-16
Keluaran 17:8 (TB):
Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim.
Kala itu bangsa Israel akan berperang melawan orang Amalek di Rafidim. Beberapa penafsir mengatakan bahwa kemungkinan besar musuh Israel itu menutup setiap mata air di Rafidim agar pasukan Israel tidak kehabisan tenaga, sehingga mudah untuk dikalahkan.
Namun, Allah menolong mereka dengan cara yang ajaib dengan mengeluarkan air dari gunung batu di Horeb (ayat 6).
Untuk memperoleh kemenangan atas orang Amalek, Musa dan seluruh umat Israel bersatu padu untuk melakukan beberapa hal yang krusial.
Musa berdoa sambil membawa tongkatnya sebagai lambang penyertaan Allah, karena ia paham betul bahwa hanya Allahlah yang dapat memberikan bangsa Israel kemenangan.
Selain berdoa, Musa juga bertindak dengan memerintahkan Yosua untuk memimpin umat Israel maju berperang melawan orang Amalek.
Saat berdoa, Musa mengangkat kedua tangannya dan memperoleh dukungan dari Harun dan Hur. Ketika tangannya mulai letih, mereka berdu menopang kedua tangan Musa agar tetap terangkat kepada Tuhan demi memperoleh kekuatan dari Tuhan untuk memenangkan peperangan tersebut.
Keluaran 17:11-13 (TB):
(11) Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.
(12) Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam.
(13) Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang.
Dengan keperkasaan tangan Allah, ketaatan umat-Nya, dan kerja sama yang baik, bangsa Israel akhirnya mampu meraih kemenangan yang gilang gemilang.
Segala kemuliaan dikembalikan kepada Allah dengan mencatatnya sebagai tanda peringatan akan karya Allah yang akan diingat dari generasi ke generasi (ayat 14).
Keluaran 17:15-16 (TB):
(15) Lalu Musa mendirikan sebuah mezbah dan menamainya: "TUHANlah panji-panjiku!"
(16) Ia berkata: "Tangan di atas panji-panji TUHAN! TUHAN berperang melawan Amalek turun-temurun."
Baca Juga: Renungan Pagi Kristen dari Yesaya 41:10 tentang Pengharapan
Kesimpulan
Dari renungan pagi Kristen ini, kita dapat memahami bahwa kemenangan itu dihasilkan oleh kuasa Allah, ketaatan bangsa Israel, dan kerja sama dari Musa yang berdoa, Harun dan Hur yang menopang, dan Yosua yang bertempur. Tanpa adanya kerja sama, kita tak akan mencapai tujuan yang telah ditetapkan (dalam kisah ini, meraih kemenangan). (BRP)
