Konten dari Pengguna

Rumah Adat Papua : Jenis, Keunikan, dan Filosofinya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Rumah Adat Papua, sumber foto (Surya Prakosa) by unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Rumah Adat Papua, sumber foto (Surya Prakosa) by unsplash.com

Papua terkenal sebagai salah satu wilayah yang kental dengan nuansa adat dan kebudayaannya. Salah satunya terwujud dalam rumah adat Papua. Rumah adat di daerah tersebut sangat unik dan berbeda dengan rumah adat pada umumnya.

Secara umum, pembangunan rumah adat disesuaikan dengan kondisi alam di wlayah tersebut. Papua yang kaya akan berbagai jenis flora dan fauna membuat rumah adat di wilayah tersebut sangat dekat dengan nuansa alam. Bagi Anda yang tertarik mengetahui jenis-jenis rumah tradisional Papua beserta keunikan dan filosofinya, simak ulasan di artikel ini.

Baca juga : (Keunikan Pakaian Adat Papua beserta Filosofinya yang Mengagumkan)

Jenis-jenis Rumah Adat Papua

Ilustrasi Rumah Adat Papua, sumber foto (Asso Myrron) by unsplash.com

Berikut adalah jenis-jenis rumah adat Papua pegunungan yang memiliki keunikan dan filosofi masing-masing.

1. Rumah Honai

Mengutip buku Transformasi Budaya Masyarakat Tradisional dan Konteks Wilayah Masyarakat Hubula Suku Dani oleh Yanuarius You (2021), Rumah Honai paling banyak ditinggali oleh Suku Dani. Keunikan rumah adat ini menerapkan dinding yang berbentuk melingkar dan berbahan kayu yang disusun secara berdiri. Sedangkan pelapis dasar lantainya menggunakan rumput atau jerami.

Ukuran rumah Honai dibuat kecil dan sempit. Alasannya yaitu karena rumah adat ini terletak di pegunungan yang udaranya sangat dingin. Itulah mengapa rumah ini dibangun sempit dan dan sempit agar mampu menahan udara dingin.

2. Rumah Ebei

Bentuk Rumah Ebei tidak jauh berbeda dengan rumah Honai. Salah satu perbedaan yang dimilikinya yakni golongan orang yang menempatinya.

Rumah Ebei digunakan oleh para wanita dewasa. Rumah ini berbentuk lingkaran karena menggambarkan bahwa suku yang membangun rumah tersebut mempunyai persatuan dan kesatuan yang kuat.

3. Rumah Kariwari

Rumah Kariwari merupakan rumah adat asal Papua yang mempunyai atap berbentuk limas segi delapan. Filosofinya yaitu bentuk segi delapan dipercaya mampu memperkuat rumah dari berbagai jenis cuaca. Sedangkan bentuk oktagon yang berujung lancip tersebut melambangkan kedekatan manusia dengan para leluhur dan Tuhan.

4. Rumah Rumsram

Rumah Rumsram digunakan untuk mendidik anak laki-laki yang dianggap sudah dewasa. Mereka akan diajarkan tentang tanggung jawab, kemandirian, keteguhan, dan sikap lain untuk mempersiapkan diri sebagai kepala keluarga.

Rumah tradisional Papua cukup banyak dan semuanya memiliki fungsi, keunikan, dan filosofinya masing-masing. Adapun pakaian adat Papua juga tidak kalah beragam, di antaranya meliputi pakaian yokal, baju rumput, baju kurung, baju sali, koteka, hingga rok rumbai. (DLA)