Rumus Menghitung Angka Ketergantungan dan Contohnya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rasio ketergantungan adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perbandingan antara jumlah penduduk yang tidak produktif secara ekonomi (seperti anak-anak dan lanjut usia) dengan jumlah penduduk yang produktif (yaitu usia kerja). Menghitung angka ketergantungan ini tidaklah sulit.
Rasio ini memberikan indikasi tentang beban ekonomi yang harus ditanggung oleh penduduk yang produktif dalam mendukung dan memberikan layanan kepada penduduk yang tidak produktif. Rasio ketergantungan yang tinggi juga dapat menunjukkan adanya perubahan demografis dalam suatu populasi, seperti penuaan penduduk atau kebijakan keluarga yang tidak seimbang.
Rumus Menghitung Angka Ketergantungan
Dikutip dari buku Get Success UN Geografi karya Mamat Ruhimat (2008: 38), rasio ketergantungan dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, sistem perawatan kesehatan, dan sistem pensiun suatu negara.
Berikut adalah rumus menghitung angka ketergantungan dan contohnya sebagai referensi:
1. Rumus Angka Ketergantungan
Angka Ketergantungan = (Jumlah Penduduk yang Tidak Produktif / Jumlah Penduduk yang Produktif) x 100
Untuk menggunakan rumus ini, perlu memiliki data jumlah penduduk yang tidak produktif dan jumlah penduduk yang produktif.
Jumlah penduduk yang tidak produktif biasanya mencakup anak-anak di bawah usia kerja (misalnya di bawah 15 tahun) dan lanjut usia (misalnya di atas 65 tahun). Sedangkan, jumlah penduduk yang produktif biasanya mencakup penduduk dalam rentang usia kerja (misalnya 15-64 tahun).
2. Fungsi Rasio Ketergantungan
Rasio ketergantungan memiliki beberapa fungsi yang dapat memberikan pemahaman tentang struktur demografis suatu populasi dan dampaknya terhadap kebijakan sosial, ekonomi, dan kesehatan. Berikut ini adalah beberapa fungsi rasio ketergantungan:
Indikator Beban Ekonomi. Rasio ketergantungan memberikan gambaran tentang beban ekonomi yang harus ditanggung oleh penduduk yang produktif.
Perencanaan Kebijakan Sosial dan Kesehatan. Rasio ketergantungan dapat membantu dalam perencanaan kebijakan sosial dan kesehatan.
Proyeksi Masa Depan. Dengan menggunakan rasio ketergantungan saat ini, demografis dan ekonomis, serta tren perubahan populasi, dapat dilakukan proyeksi ke depan untuk mengestimasi bagaimana beban ketergantungan dapat berubah seiring waktu.
Evaluasi Kesejahteraan Sosial. Rasio ketergantungan dapat digunakan sebagai indikator kesejahteraan sosial suatu negara.
Contoh Menghitung Angka Ketergantungan
Agar lebih paham mengenai penggunaan rumus tersebut, berikut contoh menghitung angka ketergantungan:
Contoh 1
Misalnya, jika sebuah negara memiliki 30 juta penduduk yang tidak produktif dan 90 juta penduduk yang produktif, maka rumusnya akan menjadi:
Angka Ketergantungan = (30 / 90) x 100 = 33,33%
Angka ketergantungan tersebut menunjukkan bahwa dalam populasi tersebut, setiap 100 penduduk produktif harus mendukung sekitar 33 penduduk yang tidak produktif.
Contoh 2
Anggaplah dalam sebuah negara terdapat 10 juta penduduk yang tidak produktif (anak-anak dan lanjut usia) dan 50 juta penduduk yang produktif (usia kerja).
Angka Ketergantungan = (Jumlah Penduduk yang Tidak Produktif / Jumlah Penduduk yang Produktif) x 100
Angka Ketergantungan = (10 / 50) x 100 = 20%
Dalam contoh ini, angka ketergantungan adalah 20%. Artinya, setiap 100 penduduk produktif harus mendukung 20 penduduk yang tidak produktif.
Baca Juga: Prevalensi: Pengertian, Cara Menghitung, dan Contohnya
Demikian penjelasan mengenai menghitung angka ketergantungan dan contohnya yang bisa digunakan sebagai referensi. Selamat belajar! (Umi)
