Konten dari Pengguna

Sebaik-baiknya Wanita Tidak Memberatkan Mahar, Lantas Bagaimana dengan Pria?

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sebaik-baiknya Wanita adalah Tidak Memberatkan Mahar dan Sebaik-Baiknya Lelaki. Sumber: Unsplash/Jeremy Wong Weddings
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sebaik-baiknya Wanita adalah Tidak Memberatkan Mahar dan Sebaik-Baiknya Lelaki. Sumber: Unsplash/Jeremy Wong Weddings

Mahar merupakan salah satu hak wanita dalam pernikahan menurut ajaran Islam. Sebaik-baiknya wanita adalah yang tidak memberatkan mahar dan sebaik-baiknya lelaki adalah yang memberi mahar terbaik kepada calon istrinya.

Perihal mahar tersebut merupakan prinsip yang baik dalam ajaran Islam. Prinsip tersebut mengajarkan wanita untuk tidak memberatkan mahar. Walaupun wanita tidak memberatkan mahar, pria tetap perlu berusaha untuk memberi mahar yang paling baik.

Sebaik-baiknya Wanita adalah Tidak Memberatkan Mahar dan Sebaik-Baiknya Lelaki yang Bagaimana?

Ilustrasi Sebaik-baiknya Wanita adalah Tidak Memberatkan Mahar dan Sebaik-Baiknya Lelaki. Sumber: Unsplash/Samantha Gades

Pernikahan merupakan hal krusial dalam ajaran Islam. Pernikahan dalam ajaran Islam bukan sekedar menghalalkan hubungan antara pria dan wanita, melainkan memuat urgensi penting terkait ibadah seumur hidup.

Salah satu aspek yang menjadi bagian dari pernikahan dalam ajaran Islam, yaitu mahar. Dikutip dari buku Mengukir Peradaban, Fahmi dan Zahratul (2020: 172), mahar nikah ini sifatnya wajib dan harus diserahkan sebelum akad dilafalkan.

Walaupun sifatnya wajib, Islam tidak mengatur kadar dan harga mahar. Namun, ada ilmu adab yang menjadi prinsip mengenai mahar.

Prinsip tersebut, yaitu sebaik-baiknya wanita adalah yang tidak memberatkan mahar dan sebaik-baiknya lelaki adalah yang memberi mahar terbaik. Prinsip tersebut membuat wanita muslim belajar untuk tidak memberi syarat mahar yang berat.

Kemudian, prinsip tersebut juga mengajarkan pria muslim untuk mengusahakan mahar yang paling baik bagi calon istrinya.Mahar dalam Islam merupakan benda yang mempunyai harga secara ekonomi. Beberapa contoh mahar, yaitu:

  • Logam mulia;

  • Perhiasan emas;

  • Berlian; dan sebagainya.

Hadis Rasulullah saw. tentang Mahar

Ilustrasi Sebaik-baiknya Wanita adalah Tidak Memberatkan Mahar dan Sebaik-Baiknya Lelaki. Sumber: Unsplash/Denny Müller

Mahar dalam ajaran Islam pun sudah memiliki dalil yang jelas. Salah satu contoh adalah hadis Rasulullah saw. Dikutip dari buku Tanya Jawab Seputar Fikih Wanita Empat Mazhab, Ulum (2023: 238), berikut adalah anjuran tentang meringankan mahar.

Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baik mahar adalah mahar yang paling mudah (ringan).” (HR. al-Hakim: 2692 yang mengataka bahwa hadis tersebut sahih berdasarkan syarat Bukhari dan Muslim)

Tindakan meringankan mahar pun memiliki manfaat, yakni mempermudah proses pernikahan. Beberapa pria kerap mundur jika mendapat permintaan mahar tinggi. Hal itu tidak masalah.

Namun, jika pria yang datang memiliki kemampuan materi untuk menunaikan mahar, sebaiknya tidak menolak hanya karena mahar. Sejatinya, hal yang paling penting dari pernikahan itu adalah kesalehan dari pria serta wanita. Wallahu a’lam bishawab.

Baca juga: Apakah Istri Bisa Menggugat Cerai dalam Ajaran Islam? Ini Penjelasannya

Jadi, sebaik-baiknya wanita adalah yang tidak memberatkan mahar dan sebaik-baiknya lelaki adalah yang memberi mahar terbaik. Setiap yang hendak menikah harus saling mengusahakan segala yang terbaik dan sesuai ajaran Islam. Wallahu a’lam bishawab. (AA)