Konten dari Pengguna

Sebaik-baiknya Wanita Tidak Memberatkan Mahar, Lantas Bagaimana dengan Pria?

Berita Terkini
Penulis kumparan
20 Juni 2024 17:31 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Sebaik-baiknya Wanita adalah Tidak Memberatkan Mahar dan Sebaik-Baiknya Lelaki. Sumber: Unsplash/Jeremy Wong Weddings
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sebaik-baiknya Wanita adalah Tidak Memberatkan Mahar dan Sebaik-Baiknya Lelaki. Sumber: Unsplash/Jeremy Wong Weddings
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Mahar merupakan salah satu hak wanita dalam pernikahan menurut ajaran Islam. Sebaik-baiknya wanita adalah yang tidak memberatkan mahar dan sebaik-baiknya lelaki adalah yang memberi mahar terbaik kepada calon istrinya.
ADVERTISEMENT
Perihal mahar tersebut merupakan prinsip yang baik dalam ajaran Islam. Prinsip tersebut mengajarkan wanita untuk tidak memberatkan mahar. Walaupun wanita tidak memberatkan mahar, pria tetap perlu berusaha untuk memberi mahar yang paling baik.

Sebaik-baiknya Wanita adalah Tidak Memberatkan Mahar dan Sebaik-Baiknya Lelaki yang Bagaimana?

Ilustrasi Sebaik-baiknya Wanita adalah Tidak Memberatkan Mahar dan Sebaik-Baiknya Lelaki. Sumber: Unsplash/Samantha Gades
Pernikahan merupakan hal krusial dalam ajaran Islam. Pernikahan dalam ajaran Islam bukan sekedar menghalalkan hubungan antara pria dan wanita, melainkan memuat urgensi penting terkait ibadah seumur hidup.
Salah satu aspek yang menjadi bagian dari pernikahan dalam ajaran Islam, yaitu mahar. Dikutip dari buku Mengukir Peradaban, Fahmi dan Zahratul (2020: 172), mahar nikah ini sifatnya wajib dan harus diserahkan sebelum akad dilafalkan.
Walaupun sifatnya wajib, Islam tidak mengatur kadar dan harga mahar. Namun, ada ilmu adab yang menjadi prinsip mengenai mahar.
ADVERTISEMENT
Prinsip tersebut, yaitu sebaik-baiknya wanita adalah yang tidak memberatkan mahar dan sebaik-baiknya lelaki adalah yang memberi mahar terbaik. Prinsip tersebut membuat wanita muslim belajar untuk tidak memberi syarat mahar yang berat.
Kemudian, prinsip tersebut juga mengajarkan pria muslim untuk mengusahakan mahar yang paling baik bagi calon istrinya.Mahar dalam Islam merupakan benda yang mempunyai harga secara ekonomi. Beberapa contoh mahar, yaitu:

Hadis Rasulullah saw. tentang Mahar

Ilustrasi Sebaik-baiknya Wanita adalah Tidak Memberatkan Mahar dan Sebaik-Baiknya Lelaki. Sumber: Unsplash/Denny Müller
Mahar dalam ajaran Islam pun sudah memiliki dalil yang jelas. Salah satu contoh adalah hadis Rasulullah saw. Dikutip dari buku Tanya Jawab Seputar Fikih Wanita Empat Mazhab, Ulum (2023: 238), berikut adalah anjuran tentang meringankan mahar.
ADVERTISEMENT
Tindakan meringankan mahar pun memiliki manfaat, yakni mempermudah proses pernikahan. Beberapa pria kerap mundur jika mendapat permintaan mahar tinggi. Hal itu tidak masalah.
Namun, jika pria yang datang memiliki kemampuan materi untuk menunaikan mahar, sebaiknya tidak menolak hanya karena mahar. Sejatinya, hal yang paling penting dari pernikahan itu adalah kesalehan dari pria serta wanita. Wallahu a’lam bishawab.
Jadi, sebaik-baiknya wanita adalah yang tidak memberatkan mahar dan sebaik-baiknya lelaki adalah yang memberi mahar terbaik. Setiap yang hendak menikah harus saling mengusahakan segala yang terbaik dan sesuai ajaran Islam. Wallahu a’lam bishawab. (AA)