Konten dari Pengguna

Sebutan Baris Ketiga dan Keempat Pantun serta 5 Contohnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Baris Ketiga dan Keempat Pantun Disebut. Sumber: Pexels/Suzyhazelwood
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Baris Ketiga dan Keempat Pantun Disebut. Sumber: Pexels/Suzyhazelwood

Pantun merupakan salah satu karya sastra bahasa Indonesia yang saat ini masih populer. Pantun terdiri dari empat baris. Baris ketiga dan keempat pantun disebut sebagai isi.

Sementara baris pertama dan kedua adalah sampiran. Sebagai jenis puisi lama, pantun memiliki keunikan tersendiri. Keunikannya adalah memiliki rima atau kesamaan bunyi antara setiap barisnya.

Istilah Baris Ketiga dan Keempat Pantun Disebut Isi

Ilustrasi Baris Ketiga dan Keempat Pantun Disebut. Sumber: Pexels/Suzyhazelwood

Dikutip dari buku Dua Tiga Pantun, Junaidah, et al, (2025:2), pantun adalah salah satu bentuk puisi tradisional yang berasal dari masyarakat Melayu, yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu.

Secara etimologi, istilah pantun berasal dari kata “pantun” dalam bahasa melayu yang artinya berbicara atau berkata. Oleh karena itu, pantun dipandang sebagai cara berbicara atau penyampaian pesan secara puitis bagi orang-orang Melayu.

Sebagai karya sastra, pantun memiliki beberapa ciri. Antara lain adalah terdiri dari empat baris.

Dua baris pertama pantun disebut sebagai sampiran. Sedangkan baris ketiga dan keempat pantun disebut sebagai isi.

Selain empat baris, keunikan dari pantun adalah memiliki pola atau rima. Rima yang digunakan dalam pantung adalah pola a-b-a-b dan a-a-a-a.

5 Contoh Pantun Nasihat Singkat

Ilustrasi Baris Ketiga dan Keempat Pantun Disebut. Sumber: Pexels/Jimbear

Berdasarkan isinya, pantun terbagi menjadi beberapa jenis. Misalnya pantun nasihat, jenaka, teka-teki, cinta, kiasan, agama, dan peribahasa. Berikut contoh pantun nasihat yang singkat.

  1. Jalan-jalan ke Pematang Siantar,

    Jangan lupa makan coklat.

    Jika kamu ingin pintar,

    Belajarlah dengan semangat.

  2. Kelap-kelip lampu malam di ibu kota,

    Bertambah malam udara semakin pekat.

    Bila kamu berlebihan harta,

    Ada baiknya tunaikan zakat.

  3. Jagalah tutur kata di setiap percakapan,

    Bijaksana adalah pelajaran.

    Hindari omongan yang menyakitkan hati,

    Bicara bijak agar menjadi pribadi yang berarti.

  4. Anak ayam turun sembilan,

    Mati satu tinggal delapan.

    Ilmu boleh sedikit ketinggalan,

    Tapi jangan sampai putus harapan.

  5. Paling enak si buah semangka,

    Rasanya enak ditambah nangka.

    Jangan menjadi anak durhaka,

    Kelak di akhirat masuk neraka.

Baca juga: Pantun: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, dan Contohnya

Baris ketiga dan keempat pantun disebut sebagai isi. Semoga penjelasan tadi dapat menambah wawasan seputar karya sastra bahasa Indonesia. (FAR)