Sebutan untuk Daur Biogeokimia yang Tidak Dijumpai dalam Bentuk Gas

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daur biogeokimia yang tidak dijumpai dalam bentuk gas adalah daur fosfor. Daur ini adalah bagian dari siklus biogeokimia yang mengalir dari elemen abiotik ke biotik dan kebalikannya. Keberadaan daur ini cukup penting untuk mendukung eksistensi makhluk hidup di bumi.
Siklus biogeokimia itu sendiri tidak hanya fosfor, tetapi juga siklus air, sulfur, nitrogen, dan karbon. Siklus biogeokimia berguna untuk mengembalikan unsur-unsur kimia yang sudah terpakai oleh seluruh elemen di bumi agar kelangsungan hidup di bumi tetap terjaga.
Pengertian Daur Biogeokimia yang Tidak Dijumpai dalam Bentuk Gas
Mengutip buku 1700 Plus bank Soal Biologi SMA/MA oleh Nunung Nurhayati & Resty Wijayanti (2022), daur fosfor adalah elemen yang diperlukan seluruh makhluk hidup untuk sumber energi metabolisme sel dalam bentuk ATP (Adenosin Trifosfat).
Fosfor termasuk unsur kimia yang dijumpai di bumi dalam berbagai senyawa, seperti ion fosfat yang berada di tanah, tanah, dan sedimen. Sebagai salah satu komponen dalam daur biogeokimia, siklus fosfor tidak melewati atmosfer seperti jenis daur lainnya.
Sebagian besar fosfor berada dalam mineral yang cukup langka. Ada banyak senyawa fosfor yang terdapat di litosfer dalam bentuk batuan dan endapan sedimen.
Daur fosfor berperan untuk menunjang proses evolusi makhluk hidup. Selain menjadi sumber energi, siklus ini juga mampu membentuk membran sel. Adapun fosfor pada hewan digunakan sebagai penyokong tulang dan giginya.
Selain berperan penting untuk kelestarian makhluk hidup, juga berperan dalam proses ekologis, yakni membentuk ganggang dan bakteri fotosintetik untuk menghasilkan oksigen.
Tahapan Daur Fosfor
Ada dua bentuk fosfor yang dijumpai di alam, yakni senyawa fosfat anorganik (pada air dan tanah) dan senyawa fosfat organik (pada tumbuhan dan hewan). Adapun tahapan daur fosfor yakni sebagai berikut:
Fosfor berasal dari batuan litosfer yang berupa gumpalan mineral lainnya.
Hujan dan pelapukan mengakibatkan batuan erosi dan melepaskan ion fosfat serta mineral lainnya. Fosfat ini lalu terdistribusi ke tanah dan air.
Tanaman mengambil fosfat anorganik dari tanah, lalu tanaman dikonsumsi oleh hewan.
Fosfat dimasukkan ke dalam molekul organik seperti DNA.
Terjadilah proses dekomposisi.
Bentuk organik fosfat di dalam tanah tersedia bagi tanaman.
Fosfor dalam tanah akan berakhir di saluran air hingga terjadilah proses sedimentasi.
Tanah dan air akan berakhir di sedimen dan batuan, lalu akan melepaskan fosfor kembali melalui pelapukan.
Baca juga: Daur Air, Alasan Air di Permukaan Bumi Selalu Tersedia
Dapat disimpulkan bahwa daur biogeokimia yang tidak dijumpai dalam bentuk gas adalah daur fosfor. Daur ini berperan penting untuk mendukung keberlangsungan makhluk hidup di bumi. (DLA)
