Sebutan untuk Keadaan Otot yang Selalu Tegang Walaupun Otot Istirahat

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Otot adalah salah satu bagian tubuh manusia yang memiliki fungsi krusial. Adapun keadaan otot yang selalu tegang walaupun otot istirahat disebut dengan tonus otot.
Kondisi ini bisa terjadi oleh siapa saja, termasuk anak muda. Akan tetapi, dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk bisa mengetahui memastikan kondisi ini.
Keadaan Otot yang Selalu Tegang Walaupun Otot Istirahat Disebut dengan Apa?
Mengutip dari Buku Ajar Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Gangguan pada Sistem Muskuloskeletal Aplikasi Nanda NIC & NOC, Melti Suriya dan Zuriati (2019), keadaan otot yang selalu tegang walaupun otot istirahat disebut dengan tonus otot.
Dengan kata lain, tonus otot merupakan tingkat ketegangan atau kekencangan otot yang dibutuhkan agar dapat mendukung pergerakan tubuh. Artinya, kekuatan otot ini mempunyai peran penting dalam sistem muskuloskeletal tubuh.
Selain itu, tonus otot juga dapat didefinisikan sebagai resitensi pada pergerakan pasif, yakni pergerakan yang dilakukan oleh orang lain atau pemeriksa bukan oleh diri sendiri.
Adapun secara umum, tingkat ketegangan otot bisa dibedakan menjadi dua jenis, yakni sebagai berikut.
Tonus otot normal, yakni kondisi ketika otot tidak mengalami kekauan pada saat tidak digerakkan.
Tonus otot abnormal, yakni kondisi ketika terjadi perubahan kekuatan otot. Kondisi ini dibagi kembali menjadi dua jenis, yaitu hipertonia (tingkat ketegangan otot melebihi batas normal) dan hipotonia (tingkat ketegangan otot berada di bawah batas normal).
Pada dasarnya, dokter akan melakukan pemeriksaan tonus otot apabila pasien menunjukkan tanda atau gejala yang dicurigai berkaitan dengan kelainan sistem motorik. Contohnya, seperti ekstremitas (sistem anggota gerak tubuh) yang terkulai, kesulitan mengangkat beban, atau gerakan yang cenderung kaku.
Jadi, tujuan dari pemeriksaan tonus otot adalah untuk membantu menegakkan diagnosis serta menentukan jenis terapi yang tepat untuk menangani kondisi penyakit tertentu. Misalnya, celebral palsy, stroke, cendera mdeula spinalis atau sumsum tulang belakang, sindrom Guillain-Barre, hingga multiple sclerosis.
Baca Juga: 3 Jenis Gerakan Meregangkan Otot dan Mafaatnya bagi Tubuh Manusia
Jadi, kesimpulannya adalah keadaan otot yang selalu tegang walaupun otot istirahat disebut dengan tonus otot. Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan pembaca. (Anne)
