Sebutan untuk Orang yang Mengeluarkan Zakat

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Zakat adalah salah satu ibadah dalam agama Islam yang wajib ditunaikan oleh umat muslim yang memenuhi syarat. Adapun orang yang mengeluarkan zakat disebut dengan muzakki. Nah, untuk Anda yang ingin tahu penjelasan selengkapnya tentang muzakki, simak ulasan dalam artikel di bawah ini, ya.
Sebutan untuk Orang yang Mengeluarkan Zakat
Mengutip dari buku Fikih Madrasah Ibtidaiyah Kelas V karya Yusak Burhanudin dan Muhammad Najib (2021:29), orang yang mengeluarkan zakat disebut muzakki. Namun, sebelum menunaikan zakat, terlebih dahulu seseorang harus memenuhi persyaratan yang sudah diatur dalam agama Islam.
Berikut ini adalah berbagai syarat mengeluarkan zakat yang perlu diketahui oleh umat muslim.
1. Beragama Islam
Orang yang wajib mengeluarkan zakat hanyalah orang muslim. Jadi, orang yang mengeluarkan hartanya, tetapi bukan beragama Islam, maka tidak bisa disebut sebagai zakat. Sebab, pada dasarnya zakat adalah bagian dari ibadah umat Islam yang dapat mendatangkan pahala.
2. Merdeka
Seseorang bisa menjadi muzakki hanya jika ia sudah merdeka dan bebas. Artinya, ia bukanlah seorang budak atau hamba sahaya.
3. Baligh dan Berakal
Baligh berarti seseorang sudah dewasa dan melalui masa pubertas. Sedangkan maksud berakal adalah orang tersebut tidak gila dan memiliki mental yang sehat. Orang yang memiliki gangguan mental tidak diwajibkan untuk berzakat.
4. Tidak Punya Tanggungan Hutang
Syarat yang terakhir bagi umat muslim yang akan mengeluarkan zakat adalah sedang tidak mempunyai tanggungan hutang. Meski begitu, sebenarnya syarat yang satu ini masih terdapat perbedaan pendapat antar mazhab.
Menurut mazhab hanafiyah, kepemilikan hutang bisa mengurangi kewajiban seseorang dalam mengeluarkan zakat. Artinya, hanya orang yang tidak punya tanggungan hutang sajalah yang wajib untuk mengeluarkan zakat.
Etika Orang yang Membayar Zakat
Adapun etika bagi orang yang membayar zakat dan perlu Anda perhatikan sebagai seorang muslim adalah sebagai berikut.
Membayar zakat pada waktu yang telah ditentukan.
Merahasiakannya ketika membayar zakat dengan tujuan untuk menghindari riya.
Membayar zakat secara terang-terangan jika situasi dan kondisi mendukung. Tujuannya adalah untuk menjadi teladan bagi umat muslim lainnya.
Tidak merusak zakat dengan sifat al-mann dan al-adza.
Menganggap zakatnya adalah hal kecil.
Baca Juga: Pengertian Mustahik Zakat Lengkap dengan Dalilnya
Demikian penjelasan tentang sebutan untuk orang yang mengeluarkan zakat. Semoga bermanfaat. (Anne)
