Konten dari Pengguna

Sebutan untuk Proses Pengeluaran Zat Sisa Metabolisme dalam Ilmu Biologi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Proses pengeluaran zat sisa metabolisme ini disebut, sumber: unsplash/JulienTromeur
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Proses pengeluaran zat sisa metabolisme ini disebut, sumber: unsplash/JulienTromeur

Proses pengeluaran zat sisa metabolisme ini disebut ekskresi. Dalam ilmu Biologi, sistem ekskresi merupakan sistem dalam tubuh yang bertanggung jawab mengeluarkan limbah dari tubuh.

Ada beberapa jenis organ dan struktur yang terdapat dalam sistem ekskresi. Keseluruhan organ tersebut saling bersinergi untuk menghasilkan, menyimpan, dan mengeluarkan zat-zat yang tidak dibutuhkana dalam tubuh.

Organ Tubuh yang Melakukan Ekskresi

Ilustrasi Proses pengeluaran zat sisa metabolisme ini disebut, sumber: unsplash/JoelAbass

Proses pengeluaran zat sisa metabolisme ini disebut ekskresi yang melibatkan beberapa macam organ tubuh. Adapun organ-organ tersebut di antaranya sebagai berikut:

  • Ginjal: organ utama yang bertugas untuk menyaring limbah dari darah dan mengeluarkannya melalui urin dalam sistem ekskresi.

  • Ureter: saluran kecil yang berguna untuk mengangkut urin dari ginjal ke kandung kemih.

  • Kandung kemih: organ yang bertugas sebagai tempat penyimpanan urin sementara sebelum dikeluarkan dari tubuh.

  • Uretra: saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan lingkungan luar tubuh.

Proses Pengeluaran Zat Sisa Metabolisme

Ilustrasi Proses pengeluaran zat sisa metabolisme ini disebut, sumber: unsplash/RobinWeermeijer

Proses pengeluaran zat sisa metabolisme berlangsung secara sistematis. Ginjal memproses darah melalui pembuluh darah yang sangat halus (glomerulus). Adapun alur ekskresi yakni sebagai berikut:

1. Ginjal Menyaring Darah

Mengutip buku Modul USBN SD/MI Tahun 2019, Usman Jayadi (2019: 243), ginjal akan menyaring darah untuk menghilangkan aneka macam limbah, seperti kreatinin, urea, dan asam urat. Organ ini juga bertugas untuk menjaga keseimbangan elektrolit dan cairan di dalam tubuh.

2. Limbah Keluar Melalui Tubulus Renal

Setelah melewati proses penyaringan, produk limbah, kelebihan air, dan elektrolit akan melaju menuju saluran keluar (tubulus renal). Beberapa zat yang berguna seperti glukosa dan asam amino di sini akan diambil kembali oleh tubulus, lalu kembali ke dalam darah.

3. Pengeluaran Urin

Urin yang dihasilkan ginjal akan dikeluarkan dengan dua ureter untuk menuju ke kandung kemih. Ketika kandung kemih terisi dengan urin, maka sinyal ke otak akan membuat manusia merasakan rangsangan buang air kecil.

4. Pelibatan Organ Lainnya

Sistem ekskresi juga turut melibatkan organ lainnya, seperti paru-paru, hati, dan kulit. Hati membantu mengubah produk limbah dari metabolisme menjadi zat yang lebih mudah dikeluarkan oleh ginjal.

Paru-paru berguna untuk mengeluarkan gas limbah dan air melalui pernapasan, sedangkan kulit membantu mengeluarkan elektrolit dan air melalui keringat.

Baca juga: Tiga Macam Pola Hidup untuk Menjaga Kesehatan Sistem Ekskresi

Jadi, proses pengeluaran zat sisa metabolisme ini disebut ekskresi. Dengan melakukan proses ini, maka tubuh bisa mengeluarkan zat-zat yang tidak penting di dalam tubuh manusia. (DLA)