Konten dari Pengguna

Segi Positif dan Negatif dari Kemajemukan Bangsa Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kemajemukan bangsa Indonesia. Foto: Unsplash/Robert Collins
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kemajemukan bangsa Indonesia. Foto: Unsplash/Robert Collins

Terangkan sisi positif dan negatif dari kemajemukan Indonesia! Pertanyaan ini datang dari kekayaan Indonesia akan suku, budaya, agama, dan golongan, di mana setiap kelompok memiliki ciri khasnya masing-masing. Inilah yang membuat negara kita dikenal sebagai negara majemuk.

Lantas, apa saja dampak yang diberikan dari perbedaan antara masyarakat Indonesia dan bagaimana cara untuk menjaga keharmonisan dengan ketidaksamaan antar kelompok?

Baca Juga: Bagaimana Pengaruh Kemajemukan Indonesia Mengakibatkan Konflik?

Terangkan Segi Positif dan Negatif dari Kemajemukan Bangsa Indonesia

Ilustrasi keragaman dalam berkehidupan di Indonesia. Foto: Unsplash/Fikri Rasyid

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mejemuk adalah terdiri atas beberapa bagian yang merupakan kesatuan. Kemajemukan masyarakat sendiri merupakan keberagaman di dalam masyarakat yang disebabkan dua hal, yakni pembelahan secara horisontal dan vertikal.

Secara horizontal, masyarakat majemuk dikelompokkan berdasarkan ras, bahasa daerah, adat istiadat, agama, pakaian, makanan dan budaya lain. Secara vertikal, dikelompokkan berdasarkan penghasilan, pendidikan, pemukiman, pekerjaan dan kedudukan sosial politik. Kategori tersebut menjadikan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat majemuk.

Faktor Penyebab Kemajemukan di Indonesia

Pandu Runtoko dalam jurnal Konsekuensi Yuridis Kemajemukan Bangsa Indonesia Terhadap Pembangunan Hukum Nasional (2021: 210), berbagai faktor yang menyebabkan tingkat kemajemukan yang tinggi di Indonesia ialah:

1. Kebudayaan

Indonesia merupakan bangsa yang memiliki banyak sekali kebudayaan, di mana setiap kebudayaan itu memiliki tatanan kehidupan, adat istiadat maupun norma-norma yang hidup di dalamnya. Macam-macam kebudayaan ini tersebar luas diseluruh wilayah Nusantara.

Tiap suku bangsa memiliki adat istiadat dan budaya sendiri. Budaya dan adat istiadat daerah dapat kita jumpai dalam hidup sehari-hari. Maka terbentuklah bermacam-macam adat istiadat dan budaya sendiri.

2. Geografi

Keadaan geografis Indonesia dengan jumlah pulau lebih dari 17.580, terletak di antara Samudera Hindia dan Samudra Pasifik, serta berada di tengah-tengah di lalu lintas perdagangan benua Asia dan Australia mempengaruhi kebudayaan yang ada.

3. Agama

Pengaruh agama dan kebudayaan islam yang dibawa oleh pedagang dari Gujarat dan Persia sekitar abad ke-13 membuat beberapa daerah masih kental akan nilai-nilai Islam. Kedatangan bangsa barat ke Indonesia dengan salah satu misi keagamaan mempengaruhi unsur-unsur kebudayaan di Indonesia ataupun modifikasi unsur-unsur yang ada.

Dampak Positif dan Negatif Kemajemukan Indonesia

Dengan kemajemukan masyarakat Indonesia memberikan dua dampak, baik secara positif dan negatif.

Dampak Positif

  • Menciptakan integritas dan persatuan antar masyarakat di Indonesia.

  • Sarana memajukan pergaulan antarsuku, budaya, agama, dan golongan di Indonesia.

  • Memperkaya kebudayaan Indonesia, baik dalam bentuk benda ataupun budaya tak benda.

  • Terciptanya toleransi antarmasyarakat.

Dampak Negatif

  • Mudahnya terjadinya konflik dan pertengkaran.

  • Muculnya sikap primodalisme atau pandangan bahwa kelompoknya adalah yang paling baik dan merendahkan kelompok lainnya.

  • Adanya sikap etnosentrisme, di mana sukunya lebih baik daripada yang lainnya.

  • Fanatisme yang berlebihan.

Kemajemukan membuat negara kita memiliki ciri khas tersendiri dan bersatu padu untuk memajukan dan mempertahankan Indonesia.

Namun kemajemukan dapat menimbulkan konflik apabila tidak dipelihara dengan baik. Sehingga, sikap toleransi menjadi hal yang sangat penting dengan saling menghormati dan menghargai setiap individu dan kelompok.(MZM)