Sejarah Berdirinya Bani Umayyah di Damaskus 661-750 M

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tuliskan secara singkat sejarah pendirian Bani Umayyah di Damaskus 661-750 M! Siswa kelas 10 ditugaskan untuk menjawab soal ini dengan benar.
Berdirinya Bani Umayyah turut mengubah sejarah peradaban Islam. Jika dulu sistem pemerintahan melalui musyawarah, kini bercorak dinasti atau kerajaan yang bersifat turun temurun.
Tuliskan secara Singkat Sejarah Pendirian Bani Umayyah di Damaskus 661-750 M! Simak Ulasannya
Berdirinya Dinasti Umayyah dilatarbelakangi oleh peristiwa Amal Jama'ah (bersatunya umat Islam). Diambil dari buku Sejarah Peradaban Islam, Akhmad Saufi, Hasmi Fadillah (2015:122), berikut adalah jawaban untuk soal tuliskan secara singkat sejarah pendirian Bani Umayyah di Damaskus 661-750 M.
Pada bulan Syawal tahun 40 H, penduduk Madinah membaiat Hasan ibn Ali menjadi khalifah. Pada Jumadil Awal tahun 41 H, Hasan mengundurkan diri dari jabatannya, dan menyerahkannya kepada Muawiyah demi persatuan umat.
Keputusan itu diambil setelah Hasan menjabat khalifah selama enam bulan. Maka, tahun itu disebut tahun persatuan (Amal-jama'ah).
Muawiyah mendirikan dinasti Bani Umayyah pada tahun 41 H di Damaskus. Dengan berdirinya pusat pemerintahan Islam yang baru tersebut, berarti bergeserlah pusat pemerintahan Islam dari Madinah ke Damaskus.
Sistem Pemerintahan Bani Umayyah
Muawiyah berhasil membangun sebuah negara yang stabil dan terorganisir. la mampu membentuk pasukan Syria menjadi satu kekuatan militer Islam yang kuat dan berdisiplin tinggi.
Dalam pengelolaan pemerintahan, Muawiyah mendirikan dua departemen, yaitu
Diwanul khatam, yang fungsinya adalah mencatat semua peraturan yang dikeluarkan oleh khalifah.
Diwanulbarid, yang fungsinya adalah memberi tahu pemerintah pusat tentang perkembangan yang terjadi di semua provinsi.
Pada masa inilah, suksesi kekuasaan bersifat Monarchiheridetis (kepemimpinan secara turun temurun) mulai diperkenalkan.
Hal ini terjadi ketika Muawiyah mewajibkan seluruh rakyatnya untuk menyatakan setia kepada anaknya, yaitu Yazid bin Muawiyah. Pada 679 M, Muawiyah menunjuk puteranya Yazid untuk menjadi penerusnya.
Dalam perkembangan selanjutnya, setiap khalifah menobatkan salah seorang anak atau kerabat sukunya yang dipandang sesuai untuk menjadi penerusnya.
Sistem yang diterapkan Muawiyah mengakhiri bentuk demokrasi. Kekhalifahan diperoleh tidak dengan pemilihan atau suara terbanyak, melainkan melalui sistem monarki.
Baca juga: Sejarah Nama Bani Umayyah dalam Dinasti Islam
Tuliskan secara singkat sejarah pendirian Bani Umayyah di Damaskus 661-750 M! Peristiwa bersatunya umat Islam pada 661 M di Maskin, Kufah, menjadi latar belakang berdirinya Bani Umayyah. (DK)
