Sejarah dan Penyebab Keruntuhan Kerajaan Majapahit

Penulis kumparan
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerajaan Majapahit adalah kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Indonesia yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah Nusantara. Apalagi kerajaan Majapahit juga menjadi imperium adidaya di Nusantara pada amat ke-13 Masehi. Sayangnya, kehadiran kerajaan bercorak Islam di Nusantara menjadi salah satu penyebab keruntuhan Kerajaan Majapahit.
Majapahit berada di Kota Mojokerto, Trowulan, dan juga Kediri, Jawa Timur. Selain sebagai kerajaan Hindu-Buddha terbesar yang berhasil menguasai Nusantara, Majapahit juga merupakan negara terbesar dalam sejarah bangsa Indoensia. Kerajaan Majapahit mencapai era kejayaannya pada masa pemerintahan Hayam Wuruk yang didampingi oleh Mahapatih Gajah Mada hingga berhasil memiliki kekuasaan yang sangat luas hingga hampir seluruh Nusantara dan sebagian Asia Tenggara.
Sejarah dan Penyebab Keruntuhan Kerajaan Majapahit
Menurut buku Hikayat Majapahit – Kebangkitan dan Keruntuhan Kerajaan Majapahit karya Nino Oktorino (2020), wafatnya Gajah Mada dan Hayam Wuruk menjadi salah satu penyebab Kerajaan Majapahit semakin melemah. Stabilitas wilayahnya yang sangat luas mulai goyah hingga beberapa negeri yang sudah ditaklukan berusaha untuk melepaskan diri.
Polemik menemukan raja baru setelah kematian Hayam Wuruk juga menjadi penyebab keruntuhan kekuatan Kerajaan Majapahit. Permasalahan ini memicu terjadinya perang saudara antara Wikramawardhana dengan Bhre Wirabhumi dalam Perang Paregreg.
Sejak saat itu, Kerajaan Majapahit sering berganti masa kepemimpinan hingga nyaris bangkit dari keterpurukan pada masa kepemimpinan Ratu suhita. Sayangnya hal tersebut tidak terwujud. Tidak ada lagi pemimpin yang bisa secakap Hayam Wuruk dan mahapatih setangguh Gajah Mada. Puncaknya Majapahit sempat mengalami kekosongan kepemimpan pada tahun 1453 hingga 1456.
Hingga kehadiran Kesultanan Demak sebagai kerajaan bercorak Islam pertama di Pulau Jawa muncul pada tahun 1475 yang didirikan oleh Raden Patah. Pada era ini, Majapahit berada di ambang kehancuran. Sampai pada akhirnya Kerajaan Majapahit sampai pada puncaknya saat Kesultanan Demak yang saat itu dipimpin oleh Sultan Trenggana. Ketika itu, pada tahun 1527 sebagaimana tertulis dalam sejarah, Sultan Trenggana mengirim pasukan untuk menduduki majapahit dan mengambil-alih wilayah taklukan yang masih tersisa hingga Kerajaan Majapahit benar-benar runtuh. (Anne)
