Konten dari Pengguna

Sejarah Ibadah Haji yang Wajib Diketahui Umat Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Ibadah Haji. Sumber: Pexels/Mutahir Jamil
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Ibadah Haji. Sumber: Pexels/Mutahir Jamil

Haji ialah rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan bagi umat muslim yang mampu. Maka dari itu ada jutaan umat Islam dari seluruh dunia yang datang ke tanah suci untuk melaksanakannya. Namun sebelum itu, sejarah ibadah haji perlu diketahhui dulu.

Ibadah haji telah dilakukan oleh para nabi. Ibadah haji pertama kali diperintahkan kepada Nabi Ibrahim.

Mengenal Sejarah Ibadah Haji

Ilustrasi Sejarah Ibadah Haji. Sumber: Pexels/Yasirgurbuz

Umat Islam di seluruh dunia pasti sudah tidak asing lagi dengan ibadah haji. Dikutip dari website haji.kemenag.go.id, ibadah haji adalah rukun Islam kelima bagi orang Islam yang mampu untuk melaksanakan serangkaian ibadah tertentu di Baitullah, masyair, serta tempat, waktu, dan syarat tertentu.

Meskipun termasuk ke dalam rukun Islam, masih banyak orang yang tidak mengetahui sejarah ibadah haji. Padahal ibadah haji telah dilaksanakan pada zaman para nabi.

Perintah untuk melaksanakan ibadah haji pertama kali turun pada masa Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail dipercaya oleh Allah Swt. untuk membangun Ka’bah.

Setelah Ka’bah selesai dibangun, Allah Swt. memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyerukan perintah melaksanakan ibadah haji. Kemudian Nabi Ibrahim naik ke bukit di selatan Ka’bah (Jabal Qubays) untuk menyerukan perintah dari Allah Swt. tersebut.

Setelah menyerukan perintah Allah, Malaikat Jibril menunjukkan Bukit Shafa, Marwah, hingga perbatasan Tanah Haram untuk diletakkan batu kepada Nabi Ibrahim.

Sejak saat itu, Nabi Ibrahim melaksanakan haji sesuai dengan cara yang telah diajarkan kepadanya. Bahkan Nabi Ibrahim melaksanakan haji setiap tahun hingga ajal menjemput dirinya.

Sepeninggal Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, cara serta tujuan ibadah haji banyak diubah. Bangsa Arab menyekutukan Allah dengan patung berhala yang diletakkan di sekitaran Ka’bah maupun di Tanah Haram.

Suasana Ka’bah pada waktu itu menyerupai sirkus. Banyak orang yang bertepuk tangan, bersiul, dan riuh suara terompet. Hasil darah penyembelihan saat kurban bahkan disiram ke Ka’bah.

Tradisi-tradisi yang menyimpang tersebut berlangsung lebih dari dua ribu tahun. Tradisi menyimpang tersebut berubah setelah Nabi Muhammad saw. datang.

Pada masa kenabiannya, Rasulullah diutus untuk memperbaiki syariat Nabi Ibrahim. Selain itu juga Rasulullah meluruskan kekeliruan dari tradisi bangsa Arab Jahiliyah yang menyimpang tersebut.

Pada masa Nabi Muhammad, Ka’bah kembali menjadi tempat suci. Berhala di sekitar Ka’bah dihancurkan. Ritual haji pada masa Nabi Ibrahim dikembalikan.

Baca juga: Dalil yang Menjelaskan tentang Ibadah Haji bagi yang Mampu

Demikian penjelasan singkat mengenai sejarah ibadah haji. Semoga penjelasan tadi dapat menambah wawasans seputar agama Islam. (FAR)