Sejarah Munculnya Hari Buruh Internasional dan Tanggal Peringatannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hari Buruh Internasional adalah salah satu hari yang penting bagi masyarakat dunia, khususnya bagi para buruh. Hal ini disebabkan di hari inilah biasanya para buruh kerap menyuarakan pendapatnya di depan khalayak umum. Lantas, bagaimana sejarah dan kapan tanggal peringatan hari tersebut?
Simak ulasan selengkapnya di bawah ini untuk mengenal peringatan ini lebih lanjut.
Sejarah Hari Buruh Internasional
Berdasarkan buku Hukum Ketenagakerjaan di Indonesia oleh Dr. Muhamad Sadi Is, S.H.I., M.H. dan Dr. Sobandi, S.H., M.H. (2020:22) sejarah May Day atau Hari Buruh Internasional tidak terlepas dari perjuangan kelas buruh dalam menuntut 8 jam kerja.
Abad ke-19 merupakan periode di mana kelas buruh dihadapkan pada kenyataan bahwa dari 24 jam sehari, mereka rata-rata bekerja 18 sampai 20 jam. Tak pelak lagi bahwa tuntutan yang diajukan yaitu memperpendek jam kerja.
Perjuangan untuk memperpendek jam kerja menjadi 8 jam ini dimulai di Amerika Serikat pada sekitar abad ke-19 akhir. Bahkan pada tanggal 1 Mei 1886, puluhan ribu buruh di negara tersebut berdemonstrasi secara serentak.
Peristiwa ini pun terdengar hingga seluruh dunia. Pada akhirnya saat ketika peringatan ke 100 tahun dari Revolusi Perancis, semua buruh pun berkumpul demi menuntut 8 jam kerja tersebut. Mereka semua bersatu tanpa pandang bulu karena merasa mempunyai rasa yang sama dan memperjuangkan hal yang sama pula.
Baca juga: Sejarah Hari Perempuan Internasional 8 Maret, Berawal dari Demonstrasi Buruh
Tanggal Peringatan Hari Buruh
Berdasarkan sejarah di atas, tanggal 1 Mei menjadi tanggal peringatan Hari Buruh sehingga disebut sebagai May Day. Hal ini bisa dilihat bahwa di tanggal tersebut pada abad ke-19 lah perjuangan buruh secara serentak dimulai.
Masyarakat Indonesia khususnya para buruh juga telah mengenal 1 Mei sebagai Hari Buruh. Namun baru pada tahun 2013, tanggal 1 Mei ditetapkan menjadi hari libur nasional.
Oleh sebab itu, para buruh di Indonesia kerap menggunakan hari libur ini sebagai ajang untuk menyuarakan pendapat dan memperjuangkan hak-hak buruh.
Itulah sejarah Hari Buruh Internasional dan tangggal peringatannya. Semoga dengan adanya hari ini, para buruh di dunia bisa menjadi semakin sejahtera. (LOV)
