Konten dari Pengguna

Sejarah Perjuangan Bangsa dalam Menegakkan Kedaulatan Republik Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perjuangan Bangsa dalam Menegakkan Kedaulatan Foto:Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perjuangan Bangsa dalam Menegakkan Kedaulatan Foto:Unsplash

Keinginan Belanda untuk kembali menguasai Indonesia dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan pembentukan negara-negara boneka dengan menciptakan Republik Indonesia Serikat. Simak ulasan mengenai sejarah perjuangan bangsa dalam menegakkan kedaulatan Republik Indonesia melalui tulisan berikut ini.

Negara-negara boneka yang dibentuk Belanda tersebut sepakat mengadakan konferensi dan mencari jalan keluar untuk mengusir Belanda. Pada tanggal 19 - 22 Juli 1949 diadakan Konferensi Inter-Indonesia yang menghasilkan kesepakatan sebagai berikut,

  1. Negara Indonesia Serikat disetujui dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS) berdasarkan demokrasi dan federalisme.

  2. RIS akan dikepalai oleh seorang Presiden, dibantu oleh menteri yang bertanggungjawab kepada presiden. Soekarno-Hatta akan menjadi presiden dan wakil presiden.

  3. RIS akan menerima penyerahan kedaulatan, baik dari RI maupun Kerajaan Belanda.

  4. Angkatan perang RIS adalah Angkatan Perang Nasional. Presiden RIS adalah Panglima Tertinggi Angkatan Perang RIS.

Baca juga: Memahami Penyimpangan terhadap Sistem Parlementer dalam RIS 1949.

Perjuangan Bangsa dalam Menegakkan Kedaulatan RI

Sejarah Perjuangan Bangsa dalam Menegakkan Kedaulatan Foto:Unsplash

Sejarah perjuangan bangsa dalam menegakkan kedaulatan Republik Indonesia dilanjutkan dengan diadakannya Konferensi Meja Bundar (KMB). KMB diadakan di Den Haag, Belanda pada 23 Agustus - 2 November 1949. Delegasi RI dipimpin oleh Drs. Mohammad Hatta yang menggunakan usaha diplomatiknya untuk memperjuangkan pengakuan kedaulatan.

Dihimpun dari buku IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah) yang disusun oleh Nana Supriatna, Mamat Ruhimat, Kosim (Grafindo Media Pratama), berikut adalah hasil dari KMB.

  1. Kerajaan Belanda menyerahkan kedaulatan Indonesia secara penuh dan tanpa syarat kepada RIS.

  2. Pelaksanaan kedaulatan akan diselenggarakan paling lambat 30 Desember 1949.

  3. Masalah Irian Barat akan ditunda dan akan diadakan perundingan dalam waktu satu tahun setelah penyerahan kedaulatan kepada RIS.

  4. Status RIS dan Kerajaan Belanda akan terikat dalam suatu Uni Indonesia-Belanda yang dikepalai Ratu Belanda.

  5. Kapal-kapal perang akan ditarik dari Indonesia beberapa korvet (jenis kapal laut) akan diserahkan kepada RIS.

  6. Tentara Belanda akan ditarik dari Indonesia dan untuk KNIL akan digabungkan ke dalam Angkatan Perang RIS.

Baca juga: Pengertian Devide Et Impera dalam Sejarah Indonesia

Perjuangan Bangsa dalam Menegakkan Kedaulatan RI Foto:Unsplash

Puncak dari perjuangan bangsa dalam menegakkan kedaulatan RI ketika Negara Kesatuan Republik Indonesia dinyatakan secara resmi berdiri pada 17 Agustus 1950. Bangsa dengan prinsip persatuan dan kesatuan ini, telah kembali ke pangkuan NKRI dengan menggunakan konstitusi UUD Sementara (UUDS 1950).(DK)