Sejarah Singkat Lahirnya 10 Dasa Darma Pramuka di Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Para anggota Pramuka pasti mengenal dengan baik apa yang dinamakan 10 Dasa Darma Pramuka. Menurut buku Wawasan Kepramukaan, Khaerul Anam, 2020, Dasa Darma adalah sepuluh sikap yang harus dimiliki oleh seorang anggota Pramuka.
10 Dasa Darma Pramuka berasal dari kata “Dasa” yang dalam Bahasa Jawa berarti sepuluh, dan “Darma” dari Bahasa Sansekerta yang berarti kewajiban atau aturan baik. Jika digabungkan, Dasa Darma berarti sepuluh kewajiban yang harus dilakukan sebagai wujud kebaikan.
Sejarah Lahirnya 10 Dasa Darma Pramuka
Di balik terbentuknya 10 Dasa Darma Pramuka yang kita kenal, ternyata ada proses yang cukup panjang. Perubahan yang dilakukan untuk menentukan isi Dasa Darma yang ideal dan juga relevan untuk kehidupan, bukan cuma terjadi satu kali.
Rumusan Dasa Darma pertama kali diberikan oleh Panitia V Pembentukan Gerakan Pramuka pada tahun 1961 dan bertahan hingga tahun 1966. Berikut rumusan Dasa Darma yang pertama kalinya.
Pramuka itu dapat dipercaya
Pramuka itu setia
Pramuka itu sopan dan perwira
Pramuka itu sahabat sesama manusia dan saudara bagi tiap-tiap pramuka
Pramuka itu penyayang sesama makhluk
Pramuka itu siap menolong dan wajib berjasa
Pramuka itu dapat menjalankan perintah tanpa membantah
Pramuka itu sabar dan riang gembira dalam segala kesukaran
Pramuka itu hemat dan cermat
Pramuka itu suci dalam fikiran, perkataan dan perbuatan.
Pada tahun 1966 hingga tahun 1974 terbentuklah rumusan Dasa Darma yang kedua. Rumusan ini adalah hasil dari Muker Anpuda (Musyawarah Kerja Andalan Pusat dan Daerah). Muker Anpuda ini sekarang dikenal dengan Munas (Musyawarah Nasional). Berikut merupakan rumusan Dasa Darma yang kedua.
Kami Pramuka Indonesia, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Kami Pramuka Indonesia, berjiwa pancasila dan patriot Indonesia yang setia
Kami Pramuka Indonesia, giat melaksanakan amanat penderitaan rakyat
Kami Pramuka Indonesia, ikhlas berkorban untuk keadilan dan kemuliaan Indonesia
Kami Pramuka Indonesia, bergotong royong membangun masyarakat Pancasila
Kami Pramuka Indonesia, dapat dipercaya dan berbudi luhur
Kami Pramuka Indonesia, hemat, cermat dan bersahaja
Kami Pramuka Indonesia, pantang putus asa dalam menanggulangi kesukaran
Kami Pramuka Indonesia, berjuang dengan rasa tanggungjawab dan gembira utk dapat berguna
Kami Pramuka Indonesia, berwatak kasatria dan bertindak dengan disiplin
Pada rumusan Dasa Darma yang pertama, kata pramuka terdapat dalam setiap poin di awal kalimat. Sedangkan pada rumusan yang kedua terdapat kalimat yang sama dari poin satu hingga poin ke sepuluh. Kalimat yang sama adalah Kami Pramuka Indonesia.
Pada tanggal 25-26 September 1978 terbentuklah rumusan yang ketiga kalinya. Rumusan ini hasil dari kesepakatan Munas (Musyawarah Nasional) di Bukit Tinggi yang didasarkan pada amanat MPP tahun 1970 dan munas tahun 1974. Bentuk rumusan itulah yang menjadi dasar bunyi 10 Dasa Darma Pramuka yang kita kenal sekarang.
Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
Patriot yang sopan dan kesatria.
Patuh dan suka bermusyawarah.
Rela menolong dan tabah.
Rajin, terampil, dan gembira.
Hemat, cermat, dan bersahaja.
Disiplin, berani, dan setia.
Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan
Pada dasarnya, 10 Dasa Darma Pramuka tidaklah diciptakan hanya oleh seseorang saja, tapi diciptakan melalui ide yang dikumpulkan bersama-sama. (DNR)
