Siapa yang Menemukan Teori Relativitas? Nama Tokoh dan Kisah Penemuannya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapa yang menemukan teori relativitas? Sebelum seorang tokoh penting memunculkan teori ini, ilmu Fisika masih berpegang pada konsep Newtonian yang menganggap waktu dan ruang bersifat absolut.
Penemuan ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari pemikiran mendalam dan eksperimen teoritis. Teori yang akhirnya mengantarkan manusia pada pemahaman baru tentang alam semesta.
Mengenal Siapa yang Menemukan Teori Relativitas
Siapa yang menemukan teori relativitas? Teori relativitas ditemukan oleh Albert Einstein. Einstein adalah seorang fisikawan teoretis asal Jerman yang lahir pada 14 Maret 1879 dan meninggal pada 18 April 1955.
Penemuan ini merupakan salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah fisika. Teori ini mengubah cara manusia memahami ruang, waktu, dan gravitasi.
Sejak remaja, Einstein memiliki rasa ingin tahu yang besar tentang cahaya. Salah satu pertanyaan yang selalu ada dalam pikirannya adalah: "Apa yang akan terjadi jika seseorang bisa bergerak dengan kecepatan cahaya?"
Di usia 16 tahun, ia membayangkan dirinya mengejar gelombang cahaya. Jika ia bisa bergerak dengan kecepatan cahaya, gelombang cahaya itu akan tampak diam di depannya. Namun, berdasarkan hukum fisika klasik (Newton dan Maxwell), ini tidak mungkin terjadi. Pemikiran inilah yang menjadi dasar dari perumusan teorinya.
Berdasarkan buku Einstein And Relativity, Paul Strathern, (2012), teori ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu Relativitas Khusus (Special Relativity) yang diperkenalkan pada tahun 1905, dan Relativitas Umum (General Relativity) yang dipublikasikan pada tahun 1915.
1. Relativitas Khusus
Relativitas khusus adalah teori yang menjelaskan hubungan antara ruang dan waktu dalam kerangka inersia, yaitu kerangka yang bergerak dengan kecepatan konstan. Teori ini menjawab beberapa masalah yang tidak dapat dijelaskan oleh mekanika klasik Newton, seperti hasil eksperimen Michelson-Morley tentang kecepatan cahaya yang tetap konstan.
Konsep utama dalam relativitas khusus adalah:
Kecepatan cahaya adalah konstan: Tidak peduli bagaimana pengamat atau sumber cahaya bergerak, kecepatan cahaya di ruang hampa selalu 299,792,458 m/s.
Waktu relatif: Waktu tidak absolut, tetapi bergantung pada gerakan relatif antara pengamat. Fenomena ini dikenal sebagai dilatasi waktu.
Massa dan energi saling berkaitan: Dirumuskan dalam persamaan terkenal, yaitu 𝐸 = 𝑚𝑐². Rumus ini menunjukkan bahwa massa dapat diubah menjadi energi dan sebaliknya.
2. Relativitas Umum
Relativitas umum adalah perluasan dari relativitas khusus untuk memperhitungkan gravitasi. Einstein mengajukan bahwa gravitasi bukanlah gaya seperti yang dijelaskan oleh Newton, tetapi akibat kelengkungan ruang-waktu yang disebabkan oleh massa dan energi.
Konsep penting yang ada di dalam Relativitas Umum:
Kelengkungan ruang-waktu: Massa besar seperti planet atau bintang menciptakan lengkungan dalam ruang-waktu, dan benda lain bergerak mengikuti lengkungan ini.
Gravitasi sebagai efek geometris: Benda jatuh bukan karena "gaya gravitasi," tetapi karena bergerak melalui ruang-waktu melengkung.
Prediksi fenomena baru: Relativitas umum mampu memprediksi efek seperti lentur cahaya oleh gravitasi (gravitational lensing), pergeseran merah gravitasi (gravitational redshift), dan gelombang gravitasi.
Baca Juga: Contoh Soal Teori Kinetik Gas dalam Pelajaran Fisika
Penemuan teori relativitas merevolusi fisika dan menjadi pilar utama dalam memahami alam semesta. Teori ini tetap relevan hingga sekarang, baik dalam penelitian ilmiah maupun aplikasi teknologi modern. Demikian pembahasan mengenai siapa yang menemukan teori relativitas. (DNR)
