Konten dari Pengguna

Sifat-Sifat Koloid Lengkap dengan Contoh dalam Keseharian

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sifat-sifat koloid. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Sifat-sifat koloid. Sumber: unsplash.com

Koloid merupakan campuran larutan dan suspensi dengan ciri utama bisa disaring, memiliki dua fase, sifat antar zat yang stabil, dan juga heterogen. Sama seperti materi kimia pada umumnya, koloid juga terbagi ke dalam berbagai jenis dengan sifat-sifat yang beragam. Lantas, apa saja sifat-sifat koloid dalam kimia?

Yuk, simak ulasan selengkapnya tentang koloid dalam artikel di bawah ini.

Baca Juga: Pembuatan Koloid dengan Metode Kondensasi dan Dispersi

Sifat-Sifat Koloid dalam Kimia

Sifat-sifat koloid. Sumber: unsplash.com

Mengutip dari buku Kimia Teknik untuk Teknisi Pesawat Udara karya Haris Puspito Buwono, Satworo Adiwidodo, dan Akhmad Faizin (2020:59), berikut ini adalah penjelasan tentang sifat-sifat koloid.

  1. Efek tyndall, yakni cahaya yang berhamburan oleh partikel koloid, yang mana partikel larutan tersebut berukuran lebih kecil dibandingkan dengan partikel koloid.

  2. Gerak brown, yakni gerak acak dari partikel koloid yang dapat dilihat melalui mikroskop ultra, di mana pergerakan acaknya disebabkan oleh adanya tumbuhan.

  3. Absorpsi, yakni penyerapan ion oleh partikel koloid karena ukuran luas partikel koloid yang cukup besar.

  4. Koagulasi koloid, yakni penggumpalan partikel koloid yang disebabkan karena koloid mengandung muatan yang dinetralkan.

  5. Dialisis, yakni pemurnian koloid agar terbebas dari ion-ion pengganggu, contohnya seperti proses cuci darah atau hemodialisis.

  6. Elektroforesis, yakni pergerakan partikel koloid di dalam medan listrik karena adanya muatan yang terkandung di dalam partikel koloid tersebut.

  7. Koloid liofil, yakni partikel dengan zat terdispersi yang bisa menarik mediumnya sehingga ada gaya tarik-menarik antara keduanya. Sedangkan koloid liofob adalah partikel dengan zat terdispersi yang tidak dapat menarik mediumnya dan cenderung encer.

  8. Koloid pelindung, yakni koloid yang digunakan sebagai pelindung sol liofob dan koagulasi.

Contoh Koloid dalam Kehidupan Sehari-Hari

Adapun berbagai contoh koloid yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut.

  1. Sol padat: Gelas berwarna atau perpaduan logam dan perunggu

  2. Sol: Tinta, sol emas, sol belerang, lem cair, dan pati dalam air

  3. Aerosol padat: Asap rokok, debu di udara, dan asap knalpot

  4. Emulsi padat: Jeli, mentega, selai, agar-agar, lateks, dan semir padat

  5. Emulsi: Susu, santan, minyak, mayones

Demikian ulasan singkat tentang sifat-sifat koloid dan contoh. Semoga bermanfaat. (Anne)