Konten dari Pengguna

Sifat Stratifikasi Sosial pada Masyarakat yang Menganut Sistem Kasta

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Stratifikasi sosial pada masyarakat yang menganut sistem kasta. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Stratifikasi sosial pada masyarakat yang menganut sistem kasta. Sumber: pexels.com

Di dalam masyarakat, terdapat beberapa jenis stratifikasi sosial yang menarik untuk diketahui. Adapun stratifikasi sosial pada masyarakat yang menganut sistem kasta bersifat tertutup. Jenis stratifikasi yang satu ini sangat familiar bagi masyarakat Hindu yang ada di Bali.

Makanya, tak heran jika memahami jenis stratifikasi sosial tersebut menjadi hal yang penting. Lantas, sebenarnya apa yang dimaksud dengan stratifikasi sosial tertutup yang ada di tengah-tengah masyarakat?

Stratifikasi Sosial pada Masyarakat yang Menganut Sistem Kasta

Stratifikasi sosial pada masyarakat yang menganut sistem kasta. Sumber: pexels.com

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa stratifikasi sosial pada masyarakat yang menganut sistem kasta bersifat tertutup. Mengutip dari buku Pendalaman dan Pemantapan Materi Sosiologi untuk SMA/MA Kelas XI, Fritz Hotman Syahmahita Damanik (2023:136), sistem pelapisan sosial tertutup membatasi kemungkinan seseorang untuk pindah dari suatu lapisan ke lapisan lain, baik lapisan atas ataupun bawah.

Dalam sistem pelapisan ini, satu-satunya jalan untuk bisa masuk menjadi anggota atau warga suatu pelapisan tertentu hanyalah tertentu hanyalah melalui kelahiran. Sistem stratifikasi sosial tertutup dapat membatasi kemungkinan seseorang berpindah dari satu lapisan ke lapisan lain.

Contohnya seperti seseorang yang ingin berpindah ke lapisan atas atau sebaliknya. Sebab, umumnya sistem pelapisan tertutup ini hanya bisa diperoleh melalui kelahiran. Beberapa contoh sistem stratifikasi sosial tertutup yang ada dalam masyarakat adalah sebagai berikut.

Masyarakat Bali yang hidup dengan sistem kasta di wilayahnya akan membuat mereka sulit berpindah strata sosial dalam prosesnya. Dalam penerapannya, sistem kasta sudah membagi masyarakat Bali ke dalam empat kelompok, yakni Sudra, Waisya, Ksatria, dan Brahmana.

Sistem kasta dapat menentukan hak waris seseorang. Contohnya seperti sistem kasta pada kerajaan Inggris atau kerajaan-kerajaan di Eropa lainnya. Jadi, seseorang yang merupakan keturunan raja dan ratu dari pemimpin kerajaan tersebut, sudah pasti akan mendapatkan warisan maupun meneruskan tahta raja atau ratu.

Dalam kasus di atas, orang-orang yang merupakan keturunan raja sudah pasti akan menempati lapisan sosial teratas dalam masyarakat. Sedangkan orang yang tidak memiliki posisi strategis, berada pada lapisan sosial menengah ke bawah.

Baca Juga: Penjelasan Lengkap tentang Dampak Negatif Sistem Stratifikasi Sosial

Itu dia penjelasan singkat tentang stratifikasi sosial tertutup yang sangat familiar dalam kehidupan masyarakat Hindu di Bali. Semoga bermanfaat, ya. (Anne)