Sifat Wajib Allah Lawan Qiyamuhu Binafsihi dan Artinya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai umat Islam kita wajib mengetahui rukun iman yang terdiri dari enam yang salah satunya adalah iman kepada Allah SWT. Iman kepada Allah adalah dengan senantiasa untuk mempercayai, menjalankan segala perintahnya dan juga mengimani melalui sifat-sifatnya.
Allah memiliki 20 sifat wajib dan sifat mustahil yang perlu diketahui umat muslim. Mengutip buku berjudul Akidah Akhlaq karangan Taofik Yumansyah (2008: 33) sifat wajib Allah adalah sifat yang hanya dimiliki oleh Allah semata. Sementara sifat mustahil bagi Allah adalah sifat yang tidak mungkin dan tidak pantas dimiliki Allah. Salah satu sifat wajib Allah adalah qiyamuhu binafsihi dengan sifat mustahilnya yaitu qiyamuhu bighairihi. Lantas apa itu itu qiyamuhu binafsihi dan apa perbedaan dengan qiyamuhu bighairihi. Berikut penjelasannya.
Arti Sifat Wajib Allah Lawan Qiyamuhu Binafsihi
Sifat wajib Allah berbeda dengan asmaul husna. Asmaul husna adalah nama-nama Allah yang menunjukkan dzat Allah. Sedangkan sifat wajib Allah merupakan sifat-sifat kesempurnaan-Nya yang hanya dimiliki Allah semata.
Adapun arti qiyamuhu binafsihi yang dikutip dari buku berjudul Pembelajaran Pendidikan Agama Islam 1 SMP karangan Dr. Marzuki, M.Ag (2012: 20) qiyamuhu binafsihi memiliki arti Allah SWT berdiri sendiri atau Allah tidak bergantung kepada yang lain, dan mustahil Allah butuh dengan bantuan dari yang lain (ihtiyajun ligharih).
Sifat wajib Allah berdiri sendiri tercantum dalam Surat Al Ankabut ayat 6 yang artinya:
“Dan barangsiapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.”
Qiyamuhu binafsihi mengajarkan bahwa Allah tidak membutuhkan ciptaan-Nya, namun makhluk ciptaan Allah yang membutuhkan-Nya termasuk manusia. Jikalau manusia tidak menyembah Allah, tidak berkurang sedikitpun kekuasaan Allah. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Wahai hamba-Ku, kalau orang-orang terdahulu dan yang terakhir di antara kalian, sekalian manusia dan jin, mereka itu bertaqwa seperti orang yang paling bertaqwa di antara kalian, tidak akan menambah kekuasaan-Ku sedikitpun. Wahai para hamba-Ku, jika orang-orang yang terdahulu dan yang terakhir di antara kalian, sekalian manusia dan jin, mereka itu berhati jahat seperti orang yang paling jahat di antara kalian, tidak akan mengurangi kekuasaan-Ku sedikitpun juga". (HR. Muslim no.2577)
Sementara qiyamuhu bighairihi adalah lawan dari qiyamuhu binafsihi yang artinya bergantung kepada yang lain. Tidaklah mungkin Allah membutuhkan dan bergantung kepada yang lain, karena Allah yang menciptakan seluruh alam semesta dan seisinya.
Demikian penjelasan tentang sifat wajib qiyamuhu binafsihi dan sifat kebalikannya yang mustahil dimiliki Allah SWT. Semoga bermanfaat. (MZM)
