Konten dari Pengguna

Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Hal 173

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Hal 173. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/Firmbee.com
zoom-in-whitePerbesar
Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Hal 173. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/Firmbee.com

Pembahasan kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 10 hal 173 bisa menjadi panduan bagi siswa dan orang tua ketika belajar mandiri di rumah. Pertama-tama, siswa bisa mengerjakan soal yang ada pada halaman tersebut secara mandiri.

Jika semua soal sudah dijawab, maka bisa langsung dicocokkan dengan kunci jawaban yang ada. Dengan begitu, siswa bisa mengetahui jawaban mana yang salah dan jawaban yang benar.

Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Hal 173 untuk Panduan Belajar

Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Hal 173. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/Unseen Studio

Soal yang akan di halaman 173 untuk kelas 10 membahas mengenai puisi dan majas. Dikutip dari buku Seni Mengenal Puisi, Agnes Pitaloka dan Amelia Sundari, (2020:9), puisi adalah bentuk ekspresi diri yang menggambarkan keresahan, imajinasi, kritik, pemikiran, pengalaman, kesenangan, ataupun nasehat seseorang.

Berikut adalah pembahasan mengenai soal dan kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 10 hal 173 untuk panduan belajar di rumah.

Puisi berjudul "Ibu" karya D. Zawawi Imron yang harus di telaah adalah sebagai berikut.

Ibu

Karya D. Zawawi Imron

Kalau aku merantau

lalu datang musim kemarau

sumur-sumur kering,

daunan pun gugur bersama reranting

hanya mata air air matamu ibu,

yang tetap lancar mengalir

bila aku merantau

sedap kopyor susumu

dan ronta kenakalanku

di hati ada mayang siwalan

memutikkan sari-sari kerinduan

lantaran hutangku padamu

tak kuasa kubayar

ibu adalah gua pertapaanku

dan ibulah yang meletakkan aku di sini

saat bunga kembang menyemerbak

bau sayang.

ibu menunjuk ke langit, kemudian ke bumi

aku mengangguk meskipun kurang mengerti

bila kasihmu ibarat samudera

sempit lautan teduh

tempatku mandi, mencuci lumut pada diri

tempatku berlayar, menebar pukat dan melempar sauh

lokan-lokan, mutiara dan kembang laut semua bagiku

kalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan

namamu, ibu, yang kan kusebut paling dahulu

lantaran aku tahu

engkau ibu dan aku anakmu

bila aku berlayar lalu datang angin sakal

Tuhan yang ibu tunjukkan telah kukenal

ibulah itu bidadari yang berselendang bianglala

sesekali datang padaku

menyuruhku menulis langit biru

dengan sajakku.

Secara berkelompok, kalian dapat berlatih menelaah puisi karya D. Zawawi Imron di atas dalam isian tabel berikut.

  1. Majas (gaya bahasa)

  2. Pengimajian (citraan)

  3. Kata konkret

  4. Kata konotatif

Kunci Jawaban

1. Majas (gaya bahasa)

  • Jenis Majas: Metafora - Larik: Ibu adalah gua pertapaanku

  • Jenis Majas: Metafora - Larik: Kasihmu ibarat samudra

  • Jenis Majas: Metafora - Larik: Bidadari berselendang bianglala

2. Pengimajian (citraan)

  • Jenis pengimajian: Penglihatan - Larik: Daunan pun gugur bersama reranting, sumur-sumur kering, saat bunga kembang menunjuk ke langit, kemudian ke bumi

  • Jenis pengimajian: Penciuman - Larik: Semerbak bau sayang

  • Jenis pengimajian: Perasaan - Larik: Di hati ada mayang siwalan

3. Kata Konkret

  • Kata konkret: Bunga - Larik: saat bunga kembang menyemerbak; Makna: Tanaman yang berbunga

  • Kata konkret: Kering - Larik: Sumur-sumur kering, Daunan pun gugur bersama reranting; Makna: Musim kemarau

  • Kata konkret: Langit dan Bumi - Larik: Ibu menunjuk ke langit, kemudian ke bumi; Makna: Hidup tidak boleh sombong, tetapi harus merendah.

4. Kata Konotatif

  • Kata konotatif: Air mata ibumu - Larik: hanya mata air air matamu ibu

  • Kata konotatif: sari-sari kerinduan - Larik: memutikkan sari-sari kerinduan

  • Kata konotatif: hutang - Larik: lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar

  • Kata konotatif: samudra - Larik: bila kasihmu ibarat samudra sempit lautan teduh.

Baca juga: 15 Contoh Soal Tata Surya Kelas 7 dan Kunci Jawaban

Itulah pembahasan mengenai soal dan kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 10 hal 173. Menjawab seluruh pertanyaan tersebut bisa membuat siswa lebih memahami mengenai puisi dan majas. (WWN)