Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Hal 173

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembahasan kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 10 hal 173 bisa menjadi panduan bagi siswa dan orang tua ketika belajar mandiri di rumah. Pertama-tama, siswa bisa mengerjakan soal yang ada pada halaman tersebut secara mandiri.
Jika semua soal sudah dijawab, maka bisa langsung dicocokkan dengan kunci jawaban yang ada. Dengan begitu, siswa bisa mengetahui jawaban mana yang salah dan jawaban yang benar.
Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Hal 173 untuk Panduan Belajar
Soal yang akan di halaman 173 untuk kelas 10 membahas mengenai puisi dan majas. Dikutip dari buku Seni Mengenal Puisi, Agnes Pitaloka dan Amelia Sundari, (2020:9), puisi adalah bentuk ekspresi diri yang menggambarkan keresahan, imajinasi, kritik, pemikiran, pengalaman, kesenangan, ataupun nasehat seseorang.
Berikut adalah pembahasan mengenai soal dan kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 10 hal 173 untuk panduan belajar di rumah.
Puisi berjudul "Ibu" karya D. Zawawi Imron yang harus di telaah adalah sebagai berikut.
Ibu
Karya D. Zawawi Imron
Kalau aku merantau
lalu datang musim kemarau
sumur-sumur kering,
daunan pun gugur bersama reranting
hanya mata air air matamu ibu,
yang tetap lancar mengalir
bila aku merantau
sedap kopyor susumu
dan ronta kenakalanku
di hati ada mayang siwalan
memutikkan sari-sari kerinduan
lantaran hutangku padamu
tak kuasa kubayar
ibu adalah gua pertapaanku
dan ibulah yang meletakkan aku di sini
saat bunga kembang menyemerbak
bau sayang.
ibu menunjuk ke langit, kemudian ke bumi
aku mengangguk meskipun kurang mengerti
bila kasihmu ibarat samudera
sempit lautan teduh
tempatku mandi, mencuci lumut pada diri
tempatku berlayar, menebar pukat dan melempar sauh
lokan-lokan, mutiara dan kembang laut semua bagiku
kalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan
namamu, ibu, yang kan kusebut paling dahulu
lantaran aku tahu
engkau ibu dan aku anakmu
bila aku berlayar lalu datang angin sakal
Tuhan yang ibu tunjukkan telah kukenal
ibulah itu bidadari yang berselendang bianglala
sesekali datang padaku
menyuruhku menulis langit biru
dengan sajakku.
Secara berkelompok, kalian dapat berlatih menelaah puisi karya D. Zawawi Imron di atas dalam isian tabel berikut.
Majas (gaya bahasa)
Pengimajian (citraan)
Kata konkret
Kata konotatif
Kunci Jawaban
1. Majas (gaya bahasa)
Jenis Majas: Metafora - Larik: Ibu adalah gua pertapaanku
Jenis Majas: Metafora - Larik: Kasihmu ibarat samudra
Jenis Majas: Metafora - Larik: Bidadari berselendang bianglala
2. Pengimajian (citraan)
Jenis pengimajian: Penglihatan - Larik: Daunan pun gugur bersama reranting, sumur-sumur kering, saat bunga kembang menunjuk ke langit, kemudian ke bumi
Jenis pengimajian: Penciuman - Larik: Semerbak bau sayang
Jenis pengimajian: Perasaan - Larik: Di hati ada mayang siwalan
3. Kata Konkret
Kata konkret: Bunga - Larik: saat bunga kembang menyemerbak; Makna: Tanaman yang berbunga
Kata konkret: Kering - Larik: Sumur-sumur kering, Daunan pun gugur bersama reranting; Makna: Musim kemarau
Kata konkret: Langit dan Bumi - Larik: Ibu menunjuk ke langit, kemudian ke bumi; Makna: Hidup tidak boleh sombong, tetapi harus merendah.
4. Kata Konotatif
Kata konotatif: Air mata ibumu - Larik: hanya mata air air matamu ibu
Kata konotatif: sari-sari kerinduan - Larik: memutikkan sari-sari kerinduan
Kata konotatif: hutang - Larik: lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar
Kata konotatif: samudra - Larik: bila kasihmu ibarat samudra sempit lautan teduh.
Baca juga: 15 Contoh Soal Tata Surya Kelas 7 dan Kunci Jawaban
Itulah pembahasan mengenai soal dan kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 10 hal 173. Menjawab seluruh pertanyaan tersebut bisa membuat siswa lebih memahami mengenai puisi dan majas. (WWN)
