Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 177

Penulis kumparan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembahasan soal dan kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 10 halaman 177 adalah tentang penggunaan diksi, pengaturan rima, dan tata wajah (tipografi) dalam puisi. Siswa terlebih dahulu membaca dengan saksama puisi "Tapi" karya Soetardji Calzoum Bachri.
Bacaan teks puisi tersebut berada pada buku siswa kelas 10 halaman 176. Setelah membaca, siswa diminta untuk menjawab sepuluh butir soal yang berkaitan dengan puisi tersebut.
Pembahasan Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 177
Sebelum menjawab soal, siswa diminta untuk membaca bacaan puisi sebagai informasi jawaban dari pertanyaan yang diberikan. Bacaan puisi yang dimaksud adalah sebagai berikut.
TAPI
Karya Soetardji Calzoum Bachri
aku bawakan bunga padamu tapi kau bilang masih
aku bawakan resah padamu tapi kau bilang hanya
aku bawakan darahku padamu tapi kau bilang cuma
aku bawakan mimpiku padamu tapi kau bilang meski
aku bawakan dukaku padamu tapi kau bilang tapi
aku bawakan mayatku padamu tapi kau bilang hampir
aku bawakan arwahku padamu tapi kau bilang kalau
tanpa apa aku datang padamu wah!
Berikut adalah soal yang dikutip dari buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas X, Fadillah Tri Aulia dan Sefi Indra Gumilar (2021) dan kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 10 halaman 177.
A. Soal
Setelah membaca dengan saksama puisi "Tapi" karya Soetardji Calzoum Bachri di atas, kalian bisa berlatih dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut.
Puisi di atas menggunakan kata ganti orang pertama aku dan kata ganti orang kedua kau. Menurut kalian, apa maksud dan efek penggunaan kedua kata ganti tersebut?
Apakah penggunaan kata ganti aku dan kata ganti kau tersebut sudah tepat? Apa alasannya!
Kalimat aku bawakan ... padamu dan tapi kau bilang ... diulang beberapa kali. Menurut kalian, apa maksud dan efek pengulangan kalimat tersebut?
Apakah pengulangan kalimat aku bawakan ... padamu dan tapi kau bilang ... tersebut sudah tepat? Apa alasannya!
Dalam puisi tersebut terdapat beberapa kata konkret bunga, resah, darah, mimpi, duka, dan arwah. Jelaskan maksud dan makna kata-kata tersebut!
Apakah penggunaan kata konkret bunga, resah, darah, mimpi, duka, dan arwah dalam puisi tersebut sudah tepat? Apa alasannya!
Majas apa saja yang terkandung dalam puisi tersebut? Jelaskan makna dan efeknya bagi pembaca!
Tampilan tata wajah (tipografi) baris/larik pertama berbeda dengan baris/larik kedua yang diatur menjorok ke dalam. Menurut kalian, apa maksud dan efek tampilan tata wajah puisi tersebut?
Puisi di atas banyak mengandung bunyi vokal a, i, dan u. Selain itu, bunyi akhir (rima) baris/larik ganjil selalu berakhiran -mu. Menurut kalian, apa maksud dan efek pengaturan bunyi tersebut?
Berdasarkan telaah diksi, pengaturan bunyi akhir (rima), dan tata wajah (tipografi), jelaskan makna dan amanat yang terkandung dalam puisi tersebut!
B. Kunci Jawaban
Kata ganti "aku" dapat ditujukan untuk sosok imajiner 'aku' dalam suatu puisi, dan kata ganti 'kau' mewakili sosok yang diajak bicara oleh tokoh "aku" tersebut.
Sudah tepat karena kata kata ganti bisa menggantikan tokoh aku dalam puisi dan kau bagi pembaca.
Maksud efek pengulangan adalah untuk menyampaikan penegasan dan menciptakan dialog antara penyair atau si "aku" dengan pembaca puisi.
Ya, pengulangan kalimat tersebut sudah tepat karena menunjukkan perbincangan yang berlawanan antara penyair dengan lawan bicaranya.
Kata konkret yang dimaksud yaitu seolah-olah nyata. Meski kata itu seolah-olah nyata, sebenarnya ada makna yang tersirat.
Penggunaan kata "konkret" sudah tepat karena kata tersebut nyata, dapat dilihat dan terdapat wujudnya sebagai gambaran hati sang pembuat puisi.
Contohnya ada majas metafora yaitu pada kalimat "Aku bawakan bunga padamu". Maknanya, mengungkapkan sang penyair memiliki perasaan untuk seseorang tetapi hanya dianggap rayuan.
Maksud tipografi tersebut adalah untuk menunjukkan bahwa aku dan lawan bicaranya bertolak belakang.
Maksudnya adalah sebagai penanda bahwa ada seseorang yang dituju atau diajak bicara, sehingga ditulis seperti itu.
Makna yang terkandung dalam puisi "Tapi" adalah setiap perbuatan yang dilakukan, meski harus berkorban dengan kehilangan nyawa, akan ada saja orang yang merasa tidak suka dan puas terhadap tindakan tersebut. Sehingga orang yang merasa tidak puas tersebut selalu mengatakan "tapi".
Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 180 Kurikulum Merdeka
Demikian pembahasan soal dan kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 10 halaman 177. Dalam mengerjakan tugas mengenai puisi, perlu analisa yang mendalam karena kalimat dalam sebuah puisi terkadang memiliki makna yang beragam. (ARD)
