Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 183

Penulis kumparan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembahasan soal dan kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 10 halaman 183 adalah tentang teks puisi berjudul "Gadis Peminta-Minta". Siswa diminta menjawab pertanyan yang diberikan berdasarkan puisi yang telah dibaca tersebut.
Puisi berjudul Gadis Peminta-Minta merupakan karya Toto S. Bachtiar. Puisi yang harus dibaca dengan saksama ini juga terdapat pada halaman 183 buku siswa.
Pembahasan Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 183
Puisi berjudul Gadis Peminta-Minta karya Toto S. Bachtiar secara lengkap adalah sebagai berikut.
Gadis Peminta-Minta
Karya Toto S. Bachtiar
Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa
Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil
Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok
Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan
Gembira dari kemayaan riang
Duniamu yang lebih tinggi dari menara katedral
Melintas-lintas di atas air kotor, tapi yang begitu kauhafal Jiwa begitu murni, terlalu murni
Untuk bisa membagi dukaku
Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil Bulan di atas itu, tak ada yang punya
Dan kotaku. ah kotaku
Hidupnya tak lagi punya tanda
Berikut adalah soal yang dikutip dari buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas X, Fadillah Tri Aulia dan Sefi Indra Gumilar (2021), dan kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 10 halaman 183.
Soal
Setelah membaca dengan saksama puisi di atas, jawablah beberapa pertanyaan berikut!
Perasaan apa yang ingin diungkapkan penyair dalam puisi tersebut? Jelaskan!
Jelaskan bagaimana nada dan suasana yang terkandung dalam teks puisi di atas!
Jelaskan makna dan amanat yang ingin disampaikan penyair melalui puisi tersebut!
Pernahkah kalian bertemu dengan gadis kecil peminta-minta? Jelaskan apa yang kalian pikirkan dan rasakan saat bertemu gadis kecil peminta- minta tersebut!
Apa tema teks puisi di atas? Jelaskan bukti atau alasannya!
Kunci Jawaban
Perasaan yang ingin diungkapkan penyair dalam puisi tersebut adalah rasa kesedihan dan haru mengenai keadaan gadis peminta-minta pembawa kaleng kecil. Rasa kesedihan dan haru tersebut digambarkan pada larik "Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka".
Suasana yang terkandung dalam puisi "Gadis Peminta-Minta" karya Toto S. Bachtiar adalah sedih, haru, iba, dan berempati. Suasana sedih dan haru tampak pada saat si aku bertemu dan melihat seorang anak gadis kecil meminta-minta dengan kaleng kecilnya.
Meski wajah gadis itu tersenyum dan menatap tengadah pada si aku, tetapi tetap membuat jiwanya seakan hilang karena sedih dan terharu. Selain itu, suasana iba dan empati muncul saat si aku mengungkapkan kepeduliannya untuk dapat berkunjung ke tempat tinggal gadis peminta-minta di bawah jembatan yang banyak air kotor.
Amanat yang ingin disampaikan penyair melalui puisi tersebut, antara lain sesama manusia harus saling menghargai tanpa memandang dan membedakan kedudukan status sosial, serta selalu ada dua mata sisi berbeda dalam kehidupan, yaitu sisi gelap dan terang, hitam dan putih, kaya dan miskin.
Roda pasti berputar, keadaan bisa berubah sewaktu-waktu, maka jangan pernah menganggap rendah orang lain. Dalam kehidupan sosial, rasa simpati dan juga rasa empati sangat diperlukan untuk menciptakan hubungan yang harmonis. Sehingga rasa simpati dan empati perlu dikembangkan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Ya, pernah. Saat bertemu dengan gadis kecil peminta-minta, merasa iba, dan berempati atas apa yang ia alami.
Puisi "Gadis Peminta-Minta" karya Toto S. Bachtiar bertemakan kepedulian sosial. Hal ini tergambar dari isi keseluruhan puisi yang ingin menggambarkan perasaan si aku terhadap kehidupan seorang gadis kecil yang meminta-minta. Bukti tema kepedulian sosial ini tergambar dari larik/baris yang menunjukkan rasa peduli si aku, yaitu Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil, pulang ke bawah jembatan.
Baris tersebut menunjukkan kepedulian si aku yang ingin mengunjungi, melihat, dan mengalami kehidupan gadis kecil peminta-minta di bawah jembatan. Rasa peduli si aku juga tampak pada larik Melintas-lintas di atas air kotor, tapi yang begitu kau hafal, Jiwa begitu murni, terlalu murni, Untuk bisa membagi dukaku. Melalui baris tersebut, si aku merasa gadis kecil peminta-minta yang hidup di lingkungan kotor tersebut jiwanya begitu murni dan suci sehingga menimbulkan perasaan duka pada si aku.
Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 162 Kurikulum Merdeka: Puisi
Demikian pembahasan soal dan kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 10 halaman 183. Sebuah puisi terkadang memiliki makna yang mendalam dan dapat menjadi bahan diskusi yang menarik bagi pembacanya. (ARD)
