Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 85

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengerjakan soal kemudian mencocokkannya dengan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 85 Kegiatan 2: Lanjutan Cerpen Sepatu Butut tentu memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah bisa mengukur sejauh mana pemahaman yang dimiliki.
Mengerjakan contoh soal bukan sekadar kegiatan rutin yang membosankan, melainkan sebuah proses pembelajaran yang sangat berharga. Melalui kegiatan ini, siswa bisa langsung menerapkan teori ke dalam praktik berupa pemecahan masalah secara langsung.
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 85 Kegiatan 2: Lanjutan Cerpen Sepatu Butut
Pembahasan mengenai kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 9 halaman 85, Kegiatan 2: Lanjutan Cerpen Sepatu Butut akan sangat berguna. Karena pembahasan ini bisa dijadikan panduan oleh siswa yang selesai mengerjakan soal secara mandiri.
Jika masih kesulitan mengerjakan soal yang ada pada halaman ini, bisa membuka kembali materi mengenai cerpen. Dikutip dari buku Pembelajaran Cerpen, Saifur Rohman, (2020), cerpen adalah karya sastra berbentuk prosa naratif yang isinya adalah cerita singkat.
Biasanya, cerpen terdiri dari sekitar 500 hingga 10.00 kata. Cerpen menjadi bagian dari salah satu karya sastra populer dan biasanya berisi cerita fiksi atau rekayasa. Ciri cerpen adalah fokus pada satu tokoh dalam satu peristiwa atau situasi.
Selain itu, cerpen juga tidak memiliki banyak tokoh atau karakter, biasanya hanya terdiri dari karakter utama dan satu atau dua karakter pendukung. Berikut ini adalah pembahasan mengenai soal dan kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 9 halaman 85, kegiatan 2 lanjutan cerpen Sepatu Butut.
Melanjutkan Cerpen
Lanjutkan cerpen "Sepatu Butut" ini secara bebas. Alur yang diputus adalah yang menuju bagian klimaks: membuang sepatu butut atau tidak. Apa keputusannya dan bagaimana melakukannya? Selanjutnya tentukan bagaimana cerita berakhir!
Kunci Jawaban:
Aku menatap sepatu butut itu sekali lagi. Jahitannya yang mulai lepas, sol yang mengelupas, dan warna yang sudah memudar - semua kenangan yang terukir di setiap goresannya seolah berbisik padaku. Sepatu ini telah menemaniku selama tiga tahun terakhir, dari masa-masa sulit hingga titik saat ini.
Tanganku gemetar memegang sepatu itu di atas tempat sampah. Satu gerakan kecil, dan semua kenangan itu akan hilang. Tapi tidak - aku tidak bisa melakukannya.
"Ada apa,?" tanya ibuku yang kebetulan lewat.
"Tidak apa-apa," jawabku sambil tersenyum. Kugenggam sepatu itu erat-erat dan kubawa kembali ke kamar.
Sesampainya di kamar, aku mengambil kertas dan pulpen. Mulai kutulis sebuah surat untuk diriku sendiri:
Untuk sepatu bututku yang setia,
Kau mungkin sudah tidak layak pakai, tapi kau terlalu berharga untuk dibuang. Mulai hari ini, kau akan kupajang di rak kaca di kamar ini. Sebagai pengingat bahwa kesuksesan tidak datang dengan sendirinya.
Sebagai saksi bisu perjalananku. Dan sebagai motivasi untuk terus berjuang, tidak peduli seberapa sulitnya jalan yang harus ditempuh.
Sepulang sekolah, aku mampir ke toko peralatan rumah tangga. Membeli sebuah rak kaca sederhana yang akan menjadi 'rumah baru' bagi sepatu bututku. Kini, setiap pagi sebelum berangkat sekolah, aku selalu melirik sejenak ke arah sepatu itu.
Mengingatkan diriku bahwa kesederhanaan adalah akar dari kebijaksanaan, dan bahwa setiap perjuangan pasti ada maknanya.
Sepatu baruku mungkin lebih nyaman dan lebih pantas, tapi sepatu butut itu akan selalu menjadi harta yang tak ternilai. Karena terkadang, justru hal-hal sederhana yang paling sulit untuk dilepaskan adalah hal-hal yang paling berharga dalam hidup kita.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 86: Analisis Teks Resensi
Demikian adalah pembahasan mengenai soal dilengkapi kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 9 halaman 85 Kegiatan 2: Lanjutan Cerpen Sepatu Butut. (WWN)
