Konten dari Pengguna

Soal dan Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 308

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kunci jawaban pai kelas 10 halaman 308. Sumber: mataq darul ulum/unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kunci jawaban pai kelas 10 halaman 308. Sumber: mataq darul ulum/unsplash

Pembahasan soal dan kunci jawaban PAI kelas 10 halaman 308 adalah tentang peran tokoh ulama dalam penyebaran Islam di Indonesia. Tokoh ulama dalam penyebaran Islam di Indonesia yang dimaksud adalah Wali Songo.

Bentuk soal pada halaman 308 ini adalah esai. Untuk dapat menjawab semua pertanyaannya, siswa dapat membaca materi berjudul "Wali Songo dan Pembentukan Masyarakat Islam di Nusantara" yang terdapat pada buku siswa di halaman 277.

Pembahasan Soal dan Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 308

ilustrasi kunci jawaban pai kelas 10 halaman 308. Sumber: masjid pogung raya/unsplash

Berikut adalah soal yang dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X, Ahmad Taufik dan Nurwastuti Setyowati (2021) dan kunci jawaban PAI kelas 10 halaman 308.

Soal

  1. Mengapa para Wali Songo dalam berdakwah menggunakan pendekatan tadrij dan ‘adamul haraj? Jelaskan!

  2. Mengapa Sunan Kudus memutuskan melarang untuk menyembelih sapi pada saat pelaksanaan hari raya Idul Adha di wilayah Kudus dan sekitarnya? Jelaskan!

  3. Bagaimanakah strategi Sunan Bonang dalam melakukan upaya penyebaran Islam di wilayah pulau Jawa, khususnya wilayah Tuban dan sekitarnya? Jelaskan!

  4. Mengapa Sunan Gresik menghapuskan sistem kastanisasi yang merupakan tradisi yang berasal dari ajaran agama Hindu sebelumnya? Jelaskan!

  5. Bagaimanakah pendapatmu, terhadap cara-cara dakwah kontemporer dengan menggunakan propaganda media sosial, yang di dalamnya banyak terdapat ujaran kebencian, memaki-maki, kasar dan tidak beradab baik kepada sesama muslim maupun kepada umat lain? Jelaskan!

Kunci Jawaban

  1. Karena dengan metode tadrij (bertahap) dan ‘adamul haraj (tidak menyakiti) dalam berdakwah, para Wali Songo tersebut tidak ada ajaran yang diberlakukan secara mendadak, segala sesuatu melalui proses penyesuaian, bahkan sering bertentangan dengan Islam, maka secara bertahap, hal tersebut diluruskan oleh para wali dengan metode dakwah yang penuh kelembutan dan kedamaian.

    Para wali tidak menyebarkan ajaran Islam dengan mengusik tradisi asli masyarakat Nusantara, bahkan tidak mengusik agama dan kepercayaan asli, namun memperkuatnya dengan cara-cara yang Islam.

  2. Karena merupakan bentuk toleransi, penghormatan dan penghargaan kepada umat Hindu, sehingga pada saat hari raya Iduladha, Sunan Kudus tidak memperbolehkan umat Islam untuk menyembelih sapi, hewan yang dianggap keramat dan suci bagi umat Hindu.

  3. Sunan Bonang memanfaatkan salah satu alat musik tradisional yang ada di Jawa Timur yaitu bonang yang merupakan salah satu instrument dalam set gamelan Jawa dan menciptakan suluk/syair-syair yang berisi ajaran-ajaran Islam, kemudian disenandungkan dengan diiringi alunan musik gamelan tersebut.

  4. Maulana Malik Ibrahim tergerak untuk melakukan perbaikan, karena dalam ajaran Islam, pengelompokan manusia berdasarkan kasta merupakan kerusakan moral dan tidak sesuai dengan ajaran Islam, di mana tidak ada yang membedakan derajat satu orang dengan orang yang lain selain ketakwaannya kepada Allah Swt.

  5. Tidak setuju. Alasannya karena semangat berdakwah hendaklah dilakukan dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kelembutan, keramahan, penuh dengan norma dan sopan santun serta menghindari tindakan kekerasan sebagaimana yang dilakukan oleh para Wali Songo.

Baca Juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 170 Pilihan Ganda

Demikian kunci jawaban PAI kelas 10 halaman 308. Baca materi berjudul "Wali Songo dan Pembentukan Masyarakat Islam di Nusantara" yang terdapat pada buku siswa mulai halaman 277 agar semua soal dapat terjawab dengan benar. (ARD)