Konten dari Pengguna

Soal dan Kunci Jawaban PKN Kelas 8 Halaman 136 Tabel 6.2

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kunci jawaban PKN kelas 8 halaman 136 tabel 6.2. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Kunci jawaban PKN kelas 8 halaman 136 tabel 6.2. Sumber: pexels.com

Pendidikan Kewarganegaraan atau biasa disebut juga dengan PKN merupakan salah satu pelajaran wajib yang sudah diajarkan kepada para siswa sejak jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Biasanya, para siswa akan mengerjakan latihan soal agar dapat lebih memahami materi yang sudah diajarkan. Contohnya seperti latihan soal dan kunci jawaban PKN kelas 8 halaman 136 tabel 6.2.

Dengan mengerjakan latihan soal tersebut, kemudian mencocokkannya dengan kunci jawaban yang tersedia, maka proses pembelajaran siswa dapat menjadi lebih efektif. Apalagi jika hal tersebut dilakukan bersama dengan teman-teman.

Latihan Soal dan Kunci Jawaban PKN Kelas 8 Halaman 136 Tabel 6.2

Kunci jawaban PKN kelas 8 halaman 136 tabel 6.2. Sumber: pexels.com

Mengutip dari buku Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi oleh Laros Tuhuteru, Fatimah Sialana, dan Jumiati Tuharea (2022:27), objek material PKN adalah segala hal yang berkaitan dengan warga negara, baik yang empirik maupun yang non empirik, yang meliputi wawasan, sikap, dan perilaku warga negara dalam kesatuan bangsa dan negara.

Adapun latihan soal dan kunci jawaban PKN kelas 8 halaman 136 tabel 6.2 yang bisa dipelajari siswa adalah sebagai berikut.

Soal

Bentuk Semangat dan Komitmen Kebangsaan Pendiri Negara

Jawaban:

1. Ir Soekarno

Bentuk semangat dan komitmen:

- Memiliki semangat persatuan dan kesatuan

- Memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme

- Pantang menyerah dalam mewujudkan kemerdekaan

- Aktif organisasi Tri Koro Dharmo (long lava)

- Mengusulkan dasar negara pada sidang BPUPKI

- Menjadi ketua PPKI

- Mendirikan PNI

- Tokoh Proklamator

- Menjadi presiden RI yang pertama

- Berjuang mempertahankan kemerdekaan RI

Sejarah perjuangan:

Ir Soekarno memulai perjuangannya melalui dibentuknya PNI, sebagai parpol bersifat nasionalisme dan patriotisme yang keras menentang penjajah Belanda, hingga Soekarno berakhir ditangkap dan diasingkan.

Setelah dibebaskan, Soekarno bergabung dalam BPUPKI dan mencetuskan rancangan dasar negara, lalu menjadi anggota panitia 9 membentuk dasar negara Indonesia yang sah, yaitu Pancasila.

2. Mohammad Yamin

Bentuk semangat dan komitmen:

- Cinta Indonesia

- Jiwa Demokrasi

- Jiwa musyawarah

- Semangat nasionalisme

- Wawasan Nusantara

Sejarah perjuangan:

Moh Yamin pertama kali menjadi pejuang nasional dengan bergabung menjadi anggota Sumatranen Bond.

Ia aktif sebagai anggota nasional, saat rapat pemuda, beliau adalah orang yang mencetuskan sumpah pemuda 1,2, dan 3.

Ia bergabung dalam organisasi BPUPKI dan mencetuskan rancangan Pancasila, bersama Soepomo dan Soekarno.

Setelah kemerdekaan Indonesia, ia semangat membangun negeri ini, menjadi menteri, dewan musyawarah, dan seorang tokoh nasionalisme.

3. Ki Hajar Dewantara

Bentuk semangat dan komitmen:

- Nasionalisme

- Kesadaran pendidikan

- Berjiwa kepahlawanan

- Semangat berpendidikan

- Tegas

Sejarah perjuangan:

Ki Hajar Dewantara merupakan seorang kolumnis, politisi, dan pejuang pendidikan.

Ia mendirikan sekolah bernama Taman Siswa yang dijadikan sekolah untuk pribumi yang tidak mampu.

Ki Hajar Dewantara sebagai pejuang pendidikan banyak memberikan pengaruh.

Ia banyak menentang atas Belanda yang tidak berperikemanusiaan dan membuat Indonesia tetap tidak berpendidikan.

Berkat jasa-jasanya, akhirnya Ki Hajar Dewantara ditetapkan sebagai Bapak Pendidikan Indonesia.

4. Mohammad Hatta

Bentuk semangat dan komitmen:

- Menentang imperialisme dan kolonialisme

- Berjiwa nasionalisme dan patriotisme

- Sebagai tokoh proklamator

- Memiliki semangat juang yang tinggi

Sejarah perjuangan:

Pada tahun 1932 Moh. Hatta bergabung dalam anggota BPUPKI, anggota panitia, wakil PPKI, tokoh proklamator, hingga menjadi wakil presiden RI.

Hal tersebut ia lakukan setelah menempuh pendidikan di Belanda dan kembali ke Indonesia.

Setelah itu, Moh. Hatta bertindak sebagai Ketua Delegasi Republik Indonesia pada KMB tanggal 27 Desember 2949.

Pada 31 Januari 1970, Moh. Hatta dipercaya oleh Presiden Soekarno untuk menjadi Anggota Dewan Penasehat Presiden dalam masalah pemberantasan Korupsi.

Baca Juga: Kunci Jawaban Tema 8 Kelas 3 Halaman 193 dalam Buku Tematik

Itulah kunci jawaban PKN kelas 8 halaman 136 tabel 6.2 yang bisa dipelajari para siswa. (Anne)