Stalaktit dan Stalagmit: Pengertian dan Proses Terbentuknya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Stalaktit dan stalagmit bisa ditemui di dalam gua. Stalaktit dan stalagmit adalah batuan yang bentuknya kerucut yang menonjol di langit-langit dan lantai gua. Batuan-batuan tersebut membuat tampilan gua menjadi semakin menakjubkan.
Keindahan gua yang terbentuk secara alami sangat menarik untuk diamati. Selain menarik untuk diamati dan difoto, proses terbentuknya batuan tersebut juga menarik untuk dipelajari.
Pengertian Stalaktit dan Stalagmit
Dikutip dari Super Sukses AKM Asesmen Kompetensi Minimum SMA/MA, Tim Kreatif (2020:116-118), pengertian gua adalah liang atau lubang besar yang ada di kaki gunung. Di dalam gua bisa ditemukan batuan baik yang menjulang dari lantai atau menonjol dari langit-langit gua.
Batuan-batuan itu disebut sebagai stalaktit dan stalagmit. Kata stalaktit berasal dari kata stalasso dalam bahasa Yunani yang artinya menetes. Stalaktit merupakan jenis mineral sekunder atau speleothem yang berada di langit-langit gua. Stalaktit digolongkan sebagai batu tetes yang bertekstur keras.
Adapun stalagmit merupakan batuan yang ada di lantai gua dan menjulang ke atas. Stalagmit dan stalaktit ini umumnya ditemukan beriringan karena jika ada stalagmit, maka di atasnya ditemukan stalaktit.
Proses Terbentuknya Stalaktit dan Stalagmit
Pada gua kapur, tetesan yang terjadi berasal dari air hujan. Ketika batu kapur mengendap, akan terbentuk stalagmit dan stalaktit. Stalaktit bentuknya berlubang-lubang dan lebih runcing, berbeda dengan stalagmit yang berlapis-lapis dan tidak berlubang.
Masih bersumber dari buku yang sama, berikut adalah penjelasan tentang proses terbentuknya stalaktit dan stalagmit.
1. Stalaktit
Stalaktit terbentuk karena Ca(HCO₃)₂ yang telah terurai sebelum menetes ke dasar gua. Akibatnya akan terjadi penumpukan CaCO₃ yang ada di atap gua yang disebut sebagai stalaktit.
2. Stalagmit
Stalagmit terbentuk karena Ca(HCO₃)₂ yang menetes ke lantai gua terurai menjadi CaHCO₃, H₂O, dan CO₂. Karena senyawa Ca(HCO₃)₂ ini menetes secara terus menerus, akibatnya akan terjadi penumpukan CaCO₃ yang dikenal sebagai stalagmit.
Batuan ini bentuknya berbeda-beda. Ada yang tinggi, pendek, lebar, atau tinggi seperti menara. Bentuk tersebut ditentukan oleh seberapa banyak tetesan air yang ada.
Baca juga: Mengenal Jenis Batuan Beku, Batu yang Usianya Sudah Tua
Jadi, stalaktit dan stalagmit adalah endapan batu kapur yang berada di langit-langit dan lantai gua yang terbentuk secara alami. (KRIS)
