Struktur Teks Hikayat beserta Pengertian, Ciri-Ciri, Nilai, dan Bentuknya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teks hikayat merupakan salah satu karya sastra lama yang berbentuk prosa, yang umumnya mengisahkan kehidupan kaum bangsawan dan kerajaan zaman dahulu lengkap dengan keajaiban dan kesaktian para tokohnya. Struktur teks hikayat diperlukan yang benar untuk menulis teks hikayat yang baik dan mampu menyentuh para pembacanya.
Pengertian Teks Hikayat
Melansir buku Bahasa Indonesia Kelas X, Suherli, Maman Suryaman, Aji Septiaji, & Istiqomah, (2017:65), teks hikayat adalah dongeng yang umumnya dikisahkan di dalam bahasa Melayu dengan tema kepahlawanan atau kehebatan sang tokoh utama dengan keajaiban dan mukjizatnya.
Mengambil latar waktu zaman dahulu, hikayat umumnya mengisahkan kehidupan kerajaan, sehingga dapat menghibur para pembaca yang sedang jenuh dengan kehidupan modern di masa kini.
Ciri-ciri Hikayat
Untuk mengenali teks mana yang merupakan teks hikayat, simak ciri-ciri hikayat berikut ini:
Menggunakan bahasa Melayu lama untuk memberikan kesan zaman dahulu kala
Anonim: pengarang hikayat tidak diketahui, sehingga hanya tersebar dari mulut ke mulut
Menggunakan kata arkhais: kata-kata yang jarang digunakan, seperti sebermula dan syahdan
Istanasentris: menceritakan kisah dengan istana sebagai latar belakangnya
Pralogis: ceritanya tidak masuk akal alias bersifat khayalan
Statis: bersifat kaku dan tetap
Nilai di dalam Teks Hikayat
Ada banyak nilai yang terkandung di dalam suatu teks hikayat, antara lain: nilai keagamaan, moral, budaya, sosial, edukasi (pendidikan), dan keindahan. Nilai-nilai tersebut dapat dipetik dan dipraktikkan di dalam kehidupan sehari-hari.
Bentuk Teks Hikayat
Hikayat berasal dari penggabungan beberapa budaya, sehingga menghadirkan banyak bentuk, yang dapat dilihat dari ara penggambarannya, yaitu:
Cerita Rakyat
Hikayat cerita rakyat ini adalah hikayat yang digambarkan dengan jenaka dan umumnya mengisahkan asal muasal suatu tempat atau benda, contohnya: Hikayat Rhang Manyang.
Epos
Bentuk hikayat epos mengisahkan kepahlawanan seseorang, contohnya: Hikayat Prang Kompeuni.
Roman
Sesuai namanya, hikayat roman menceritakan asmara dan kisah rumah tangga, contohnya: Hikayat Putroe Gambak Meuh.
Chara
Hikayat chara berfokus terhadap seseorang tokoh yang terpuji, sehingga tergolong ke dalam hikayat biografi, contohnya: Hikayat Hiyaken Tujoh.
Tambeh
Hikayat tambeh mengisahkan pedoman kehidupan, sehingga mengandung banyak amanat yang bisa dipetik, contohnya: Hikayat Tambek Tujoh Blah.
Unsur Hikayat
Teks hikayat memiliki 2 unsur yang membangunnya menjadi teks yang menarik, yaitu: unsur ekstrinsik hikayat (membangun cerita dari luar), yang meliputi: latar belakang agama, budaya, adat, dan nilai dan norma kehidupan serta unsur intrinsik hikayat (membangun cerita dari dalam), yang meliputi: tema, latar, sudut pandang, alur, tokoh, penokohan atau watak, amanat, dan gaya bahasa.
Struktur Teks Hikayat
Untuk menyusun teks hikayat, tentu ada struktur teks hikayat yang harus diperhatikan dan dipatuhi, yakni:
Abstraksi
Ringkasan cerita yang akan dikembangkan menjadi sejumlah rangkaian peristiwa. Meskipun bersifat opsional, tetapi sebaiknya gunakan saja abstraksi ini untuk memberikan gambaran awal dari cerita kepada pembaca.
Orientasi
Bagian teks hikayat yang berkaitan dengan waktu, suasana, dan tempat yang berkaitan dengan peristiwa yang dikisahkan.
Komplikasi
Urutan kejadian yang dihubungkan berdasarkan sebab serta akibat. Di bagian ini, pembaca akan lebih mengenali watak dan karakter dari para tokoh lewat deretan konflik yang bermunculan.
Evaluasi
Konflik yang terjadi mengarah ke klimaks dan mulai diselesaikan.
Resolusi
Di bagian ini, penulis akan mengungkapkan solusi terhadap konflik yang dialami para tokohnya.
Koda
Koda berisi nilai moral dan pelajaran yang bisa dipetik dari suatu teks hikayat.
Setelah membaca penjelasan di atas, apakah kamu tertarik untuk membaca hikayat atau malah tertarik untuk menulis hikayat yang baru? (BRP)
