Stunting Menurut WHO dan Cara Pencegahannya

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Stunting menurut WHO merupakan definisi yang dapat kita pahami dan pahami agar kita dapat memahami apa itu stunting. Pengertian stunting menurut WHO sangat penting untuk diketahui bagaimana cara pencegahan dan apa penyebabnya. Untuk mengetahuinya, dapat Anda temukan dalam sajian artikel berikut ini.
Stunting Menurut WHO: Penjelasan Penyebab dan Pencegahan Sedini Mungkin
Stunting menurut WHO adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Menurut WHO, anak-anak dapat didefinisikan terkena stunting jika tinggi badan anak untuk rata-rata normal usianya lebih dari dua deviasi standar di bawah median Standar Pertumbuhan Anak WHO atau jika tinggi badannya hanya sekitar 8,5-11,75 cm.
Stunting pada awal kehidupan, terutama pada 1000 hari atau sampai anak berusia dua tahun, stunting atau gangguan pertumbuhan memiliki konsekuensi fungsional yang dapat merugikan pertumbuhan anak. Konsekuensi yang didapatkan oleh anak yang menderita stunting tersebut antara lain kognisi dan pencapaian pendidikan yang kurang baik, gaji yang rendah, kehilangan produktivitas.
Hal ini makin diperparah jika disertai dengan penambahan berat badan yang berlebihan di kemudian hari. Jika anak mengalami stunting dan juga penambahan berat badan yang tidak wajar maka potensi risiko penyakit kronis yang diderita akan semakin meningkat.
Pertumbuhan linier pada anak usia dini merupakan penanda kuat dari pertumbuhan yang sehat mengingat kaitannya dengan risiko morbiditas dan mortalitas, penyakit tidak menular di kemudian hari, serta kapasitas dan produktivitas belajar. Penyerapan gizi pada anak juga memiliki hubungan yang erat terkait dengan perkembangan anak di beberapa domain termasuk kapasitas kognitif, bahasa dan motorik sensorik.
Stunting yang diderita karena kekurangan gizi yang sangat parah dan memiliki dampak yang cukup besar pada kehidupan anak ini memiliki penyebab yang harus dihindari. Penyebab tersebut adalah kekurangan asupan gizi serta nutrisi yang seharusnya diterima sejak dini. Namun jangan khawatir, stunting dapat dicegah sedini mungkin.
Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan mengurangi risiko mengalami stunting yaitu dengan mencukupi kebutuhan zat besi, yodium, dan asam folat sejak masih dalam kandungan. Stunting juga dapat dicegah dengan menghindari paparan asap rokok dan rutin melakukan pemeriksaan kandungan saat sedang mengandung untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Itu dia sederet pengertian stunting menurut WHO dan juga cara pencegahan yang disertai penyebab yang harus dihindari. Setelah mengetahui dan memahami apa itu stunting menurut WHO dan juga cara pencegahannya, kita dapat menekan jumlah stunting di Indonesia dan dunia. (DA)
