Konten dari Pengguna

Subhanal Malikil Quddus: Zikir setelah Salat Witir

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi Subhanal Malikil Quddus. Sumber: Foto Unsplash/Masjid Pogung Dalangan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Subhanal Malikil Quddus. Sumber: Foto Unsplash/Masjid Pogung Dalangan

Subhanal malikil quddus adalah zikir yang dibaca Nabi Muhammad saw setelah melakukan sholat witir. Salat witir adalah salah satu salah sunah yang disarankan untuk dikerjakan umat muslim. Salat witir dapat dilakukan sebagai penutup salat.

Berdasarkan buku yang berjudul Fiqih Salat Sunah, Ali Musthafa Siregar, dkk., (2021:47), salat witir merupakan salat sunah yang dilakukan sesudah mengerjakan salat fardhu Isya, hingga sebelum masuknya waktu Subuh, yang bilangan rakaatnya paling sedikit satu rakaat dan yang paling banyak adalah sebelas rakaat.

Adapun hukum salat witir adalah sunah. Untuk umat muslim yang ingin mengerjakan salat witir lebih dari satu rakaat, maka sunah hukumnya setiap dua rakaat salam, baru diakhiri dengan satu rakaat salat witir.

Bacaan Subhanal Malikil Quddus Sesudah Salat Witir

Ilustrasi Subhanal Malikil Quddus. Sumber: Foto Unsplash/Bimbingan Islam

Sesudah mengerjakan salat witir, disarankan untuk tidak pergi terlebih dahulu. Melainkan agar tetap dalam posisi duduk, melakukan zikir subhanal malikil quddus, dan berdoa kepada Allah Swt. Nabi Muhammad saw. bersabda dalam hadisnya.

عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَلَّمَ فِي الْوِتْرِ، قَالَ: سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسُ

Dari Ubay bin Ka'ab, ia berkata: Rasulullah apabila telah melakukan salam dalam shalat witir beliau mengucapkan "Subhaanal Malikil Qudduus." (HR. Abu Dawud)

Berdasarkan buku Al-Wafa Kesempurnaan pribadi Nabi Muhammad, Ibnul Jauzi, (2018:444), ada beberapa riwayat tentang salat witir, di antarannya.

Diriwayatkan dari Sa'id bin Abdirrahman bin Abza dari bapaknya, dia berkata, "Rasulullah melakukan salat witir dengan membaca surat Al-A'la, surat Al-Kafirun, lalu membaca surat Al-Ikhlas. Dan jika beliau selesai witir, beliau membaca, "Subhanal malikil quddus (Mahasuci Dzat Yang Maha Merajai dan Dzat Yang Mahasuci) sebanyak tiga kali. Beliau mengeraskan suaranya pada bacaan ketiga." (HR. Ahmad dan Al-Maqdisy dalam kitab Al-Ahadits Al-Mukhtarah)

Diriwayatkan dari Abu Abdirrahman bin Abza, dia berkata, "Ketika Rasulullah salat witir beliau membaca surat Al-A'la, Al-Kafirun, dan Al-Ikhlash. Jika salam, beliau membaca, "Subhanal malikil quddus." Beliau memperpanjang bacaan yang ketiga." (HR. Ahmad dan AL-Maqdisy dalam kitab Al-Ahadits Al-Mukhtarah)

Diriwayatkan dari Abu Abdirrahman bin Abza, dia berkata, "Ketika Rasulullah salat witir beliau membaca surat Al-A'la, Al-Kafirun, dan Al- Ikhlah dibarengi dengan Al-Mu'awwidzatain (An-Nas dan Al-Falaq)." (HR. Al-Haitsamy dalam Mawarid Azh-Zham'an)

Baca juga: Bacaan Wirid setelah Sholat Tahajud dan Manfaatnya

Demikianlah penjelasan dari bacaan subhanal malikil quddus yang bisa dibaca setelah mengerjakan salat witir. Semoga informasi di atas dapat memperdalam pengetahuan umat muslim tentang salat witir. (Adm)