News
·
15 Oktober 2021 11:55
·
waktu baca 3 menit

Sunnah dan Syarat Menikah Menurut Islam

Konten ini diproduksi oleh Berita Terkini
Sunnah dan Syarat Menikah Menurut Islam (54533)
searchPerbesar
Ilustrasi sunnah dan syarat menikah dalam islam, sumber foto: https://www.pexels.com/
Menikah menurut Islam adalah melaksanakan separuh ibadah, sebagaimana dikatakan dalam hadis; "Barangsiapa menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh ibadahnya. Dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah SWT dalam memelihara yang sebagian sisanya." (HR. Thabrani dan Hakim).
ADVERTISEMENT
Berasal dari Bahasa Arab, menikah atau an-nikah memiliki dua makna yaitu pertama nikah berarti jimak atau hubungan seksual dan nika bermakna akad yaitu ikatan atau kesepakatan

Hukum Menikah Menurut Islam

Menikah menurut Islam memiliki beberapa hukum yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang. Nikah hukumnya sunnah atau sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW bagi seseorang yang memang sudah mampu melaksanakannya seperti dijelaskan dalam sebuah hadis yang artinya:
“Wahai para pemuda, jika kalian telah mampu, maka menikahlah. Sungguh menikah itu lebih menenteramkan mata dan kelamin. Bagi yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa bisa menjadi tameng baginya.”
Sedangkan nikah sunnah untuk ditinggalkan jika orang yang ingin menikah namun tidak memiliki kelebihan harta untuk biaya menikah sekaligus menafkahi istrinya. Dalam kondisi tersebut orang tersebut sebaiknya mencari nafkah, beribadah dan berpuasa sambil berdoa kepada Allah SWT agar segera mencukupi kemampuannya untuk menikah.
ADVERTISEMENT

Syarat Menikah

Sunnah dan Syarat Menikah Menurut Islam (54534)
searchPerbesar
Ilustrasi sunnah dan syarat menikah dalam islam, sumber foto: https://www.pexels.com/
Berikut adalah syarat menikah menurut Islam yang sah :
  1. Mempelai yang melakukan pernikahan bukan mahram.
  2. Calon suami istri memiliki identitas yang jelas.
  3. Bagi mempelai perempuan harus terbebas dari halangan nikah, seperti masih dalam masa idah atau masih berstatus sebagai istri orang.
  4. Pernikahan dilakukan bukan atas dasar pemaksaan.

Rukun Menikah

Dikutip dari buku Ensiklopedi Fikih Indonesia: Pernikahan, Ahmad Sarwat (2019: 92) menurut mazhab Asy-Syafi’iyah ada beberapa rukun nikah yaitu shighah, suami dan istri, dua orang saksi, dan wali.
  1. Shighah artinya ijab kabul yang diucapkan antara wali atau perwakilannya dengan mempelai laki-laki saat akad penikahan.
  2. Mempelai laki-laki atau calon suami yang akan menikah sudah harus memenuhi syarat-syarat menikah, sudah matang secara emosional dan mampu memberikan nafkah kepada istrinya. Pernikahan tanpa adanya mempelai laki-laki maka tidak akan sah.
  3. Mempelai perempuan atau calon istri yang akan dinikahi bukan merupakan mahram dan buka dari kategori perempuan yang haram untuk dinikahi misalnya adanya pertalian darah, hubungan kemertuaan ataupun saudara sepersusuan.
  4. Dua orang saksi merupakan bagian dari rukun nikah dimana saksi ini nanti yang akan menentukan apakah pernikahan sah atau tidak. Selain itu dua saksi juga harus adil dan terpercaya. Untuk menjadi saksi dalam sebuah pernikahan ada enam syarat yang harus dipenuhi yaitu Islam, baligh, berakal, merdeka, berjenis kelamin laki-laki, dan adil.
  5. Wali dalam rukun pernikahan adalah wali bagi mempelai perempuan yaitu ayah, kakek, paman dan lain sebagainya. Orang yang berhak menjadi wali dari mempelai perempuan harus ditentikam secara berurutan mulai dari ayah, kakek dari pihak perempuan, saudara laki-laki kandung, saudara laki-laki seayah, paman dan seterusnya.
ADVERTISEMENT
(WWN)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020