Konten dari Pengguna

Sunnah Umroh dan Tata Cara Melaksanakannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi artikel Sunnah Umroh dan Tata Cara Melaksanakannya. Sumber: unsplash.com/Haidan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi artikel Sunnah Umroh dan Tata Cara Melaksanakannya. Sumber: unsplash.com/Haidan

Apa itu umroh? Dalam Buku lengkap dan Praktis Haji & Umrah oleh H. Edi Mulyono & H. Harun Abu Rofi'ie (2010: 15), dijelaskan bahwa secara bahasa arti umroh adalah ziarah dan mendatangi suatu tempat. Secara istilah, umroh adalah mendatangi Baitullah Al-Haram untuk melaksanakan thawaf, sa'i, dan mencukur atau menggunting rambut. Waktu umroh tidak ditentukan, jadi bisa dilaksanakan kapan saja. Jika anda bermaksud untuk melaksanakan umroh, maka anda harus mengetahui tata caranya. Dalam artikel berikut ini kita akan menyimak sunnah umroh dan tata cara melaksanakannya.

Ilustrasi artikel Sunnah Umroh dan Tata Cara Melaksanakannya. Sumber: unsplash.com/Adli Wahid
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi artikel Sunnah Umroh dan Tata Cara Melaksanakannya. Sumber: unsplash.com/Adli Wahid

Sunnah Umroh dan Tata Cara Melaksanakannya

Dalam melaksanakan umroh, ada tata cara yang perlu kita pahami. Berikut ini adalah tata cara melaksanakan umrah berdasarkan buku Panduan Haji & Umrah oleh Achmad Ja'far Sodik (2014: 39-40):

  • Diawali dengan mandi besar (janahab) sebelum ihram untuk umroh.

  • Mengenakan pakaian ihram. Untuk laki-laki 2 kain yang dijadikan sarung dan selendang, sedang untuk wanita memakai pakaian apa saja yang menutup aurat tanpa ada hiasan dan tidak memakai cadar atau sarung tangan.

  • Niat umroh dalam hati dan mengucapkan Labbaikallaahumma bi'umratin. Kemudian bertalbiah dengan mengeraskan suara bagi laki-laki dan memelankan suara bagi perempuan (cukup didengar orang yang ada di sampingnya). Yaitu, mengucapkan Labbaikallahummalabbaik, labbaika laa syariika laka labbaiik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk laa syarika laa.

  • Sesampai di Masjidil Haram (di sekitar Ka'bah), lakukan Tawaf sebanyak 7 kali putaran. 3 putaran pertama jalan cepat, dan sisanya jalan biasa. Tawaf diawali dan diakhiri di Hajar Aswad, adapun posisi Ka'bah berada di sebelah kiri. Setiap putaran--saat berada di samping Hajar Aswad-- seyogianya menyentuhnya dengan tangan kanan dan menciumnya jika mampu sambil mengucapkan Bismillahi wallahu akbar. Jika tidak bisa menyentuh dan menciumnya, cukup memberi isyarat dan berkata Allahu Akbar.

  • Sholat 2 rakaat di belakang maqam Ibrahim jika bisa atau di tempat lainnya di Masjidil Haram, dengan membaca Surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Al-Ikhlas pada rakaat kedua.

  • Selanjutnya Sai dengan naik ke bukit Safa dan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan dan mengucapkan Innash shafa wal marwata min sya'aairillah. Abda'u bima bada'allahu bihi (Aku memulai dengan apa yang Allah memulainya). Kemudian bertakbir 3 kali tanpa memberi isyarat dan mengucapkan Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulki wa lahul hamdu, wa huwa 'alaa kulli syaiin qodiir. Laa ilaha illallahu wahdahu anjaza wa'dahu wa shadaqa 'abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu 3x. Kemudian berdoa sekehendaknya. Sai dilakukan sebanyak 7 kali dengan hitungan berangkat satu kali dan kembalinya dihitung satu kali, diawali di bukit Safa dan diakhiri di bukit Marwa.

  • Mencukur rambut kepala bagi lelaki dan memotongnya sebatas ujung jari bagi wanita.

Sunnah-Sunnah Ihram

Menurut buku Ensiklopedi Muslim oleh Abu Bakr Jabir Al-Jazairi yang diterjemahkan oleh Fadhli Bahri, Lc (2017: 502-503), sunnah-sunnah ihram adalah sebagai berikut:

  1. Mandi untuk melaksanakan ihram.

  2. Ihram dengan kain atau sarung berwarna putih.

  3. Melaksanakan ihram setelah mengerjakan sholat sunnah atau sholat wajib.

  4. Memotong kuku, mencukur kumis, mencabut rambut di ketiak, dan mencukur rambut di sekitar kemaluan.

  5. Mengulang-ngulang talbiyah dan mengucapkannya pada setiap kesempatan.

  6. Berdoa dan bersholawat kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam setelah talbiyah.

Ilustrasi artikel Sunnah Umroh dan Tata Cara Melaksanakannya. Sumber: unsplash.com/Haydan As-soendawy

Itulah penjelasan mengenai sunnah umroh dan tata cara melaksanakannya. Semoga dapat menambah wawasan anda mengenai tata cara dan sunnah dalam umroh yang harus diketahui umat Muslim.(IND)