Konten dari Pengguna

Surat Al Hujurat Ayat 12: Arab, Latin, Arti, dan Maknanya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat Al Hujurat Ayat 12. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Madrosah
zoom-in-whitePerbesar
Surat Al Hujurat Ayat 12. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Madrosah

Surat Al-Hujurat ayat 12 adalah salah satu ayat yang sarat dengan ajaran moral dan etika dalam Islam. Ayat tersebut membawa pesan yang mendalam tentang pentingnya menjauhi prasangka buruk dan memelihara kebaikan dalam interaksi sosial.

Dengan menjauhi prasangka buruk, mencari-cari kesalahan orang lain, dan menggunjing, umat Islam dapat membangun masyarakat yang saling menghormati dan mendukung satu sama lain. Selain itu, menjauhi hal tersebut juga dapat memperkuat takwa kepada Allah.

Memaknai Surat Al Hujurat Ayat 12

Surat Al Hujurat Ayat 12. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Masjid Pogung

Ayat ini menekankan kepada para mukmin untuk menjauhi prasangka buruk. Prasangka buruk seringkali menjadi akar dari konflik dan ketidakpercayaan antar individu.

Islam mengajarkan pentingnya memberi manfaat dari segala situasi, dan prasangka buruk tidak hanya merugikan individu yang menjadi sasarannya, tetapi juga merusak hubungan sosial secara keseluruhan.

Ayat ini juga melarang mencari-cari kesalahan dan menggunjing orang lain. Menggunakan waktu untuk mencari-cari kesalahan orang lain hanya akan memperkeruh suasana dan memicu permusuhan.

Islam mengajarkan untuk memaafkan kesalahan orang lain dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri. Dikutip dari situs quran.nu.or.id, berikut bunyi Surat Al Hujurat ayat 12.

وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ ۝١٢

Yâ ayyuhalladzîna âmanujtanibû katsîram minadh-dhanni inna ba‘dladh-dhanni itsmuw wa lâ tajassasû wa lâ yaghtab ba‘dlukum ba‘dlâ, a yuḫibbu aḫadukum ay ya'kula laḫma akhîhi maitan fa karihtumûh, wattaqullâh, innallâha tawwâbur raḫîm

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.

Perumpamaan yang digunakan dalam ayat ini sangat kuat. Bayangkan jika seseorang diminta untuk memakan daging saudaranya yang sudah mati, tentu saja hal itu akan menimbulkan rasa jijik dan keengganan.

Demikianlah Islam menyampaikan betapa pentingnya menjauhi fitnah dan prasangka buruk, karena hal itu juga mengandung dampak moral yang serupa. Pesan terakhir dari ayat ini adalah untuk bertakwa kepada Allah.

Takwa merupakan sikap bertanggung jawab dan sadar akan keberadaan Allah dalam segala aspek kehidupan. Dengan bertakwa, seseorang akan lebih mampu menahan diri dari prasangka buruk dan fitnah, serta selalu menjaga kebaikan dalam interaksi sosial.

Baca juga: Dalil Al-Qur'an tentang Qadar Terdapat dalam Surat Apa Saja? Ini Jawabannya

Secara keseluruhan, Surat Al Hujurat ayat 12 memberikan panduan yang jelas bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan sosial yang harmonis dan penuh kasih sayang. (Gin)