Konten dari Pengguna

Surat yang Memerintahkan Setiap Muslim untuk Menuntut Ilmu

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi laki-laki belajar menuntut ilmu. Foto: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi laki-laki belajar menuntut ilmu. Foto: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan

Pada dasarnya, manusia terlahir di dunia tanpa mengetahui apa pun. Maka dari itu, manusia diharuskan untuk belajar, baik itu di usia anak-anak hingga tua. Bahkan, perintah untuk menuntut ilmu tersurat dalam Surat At-Taubah ayat 122.

Lantas, kenapa setiap umat Islam harus menuntut ilmu padahal orang lain bisa mempelajarinya dan kita dapat bertanya kepada mereka?

Baca Juga: Hukum Menuntut Ilmu dalam Islam dan Dalilnya

Perintah untuk Menuntut Ilmu Tersurat Dalam Surat At-Taubah ayat 122, Berikut Penjelasannya

Ilustrasi anak-anak dalam menuntut ilmu agama. Foto: Unsplash/Andri Helmansyah

Islam adalah agama yang sangat memuliakan ilmu. Bahkan, derajat ilmu berada di di tempat yang sangat tinggi. Sampai-sampai ayat yang pertama kali didapatkan Nabi Muhammad SAW adalah perintah untuk membaca dalam Surat Al-Alaq.

Kewajiban umat Islam dalam menuntut ilmu secara jelas tertulis dalam Surat At-Taubah ayat 122. Allah SWT berfirman,

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَاۤفَّةًۗ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَاۤىِٕفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَا رَجَعُوْٓا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ

Artinya: "Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya."

Dikutip dari buku Tafsir Ibnu Katsir Jilid 4 oleh Dr. 'Abdullah bin Muhammad bin 'Abdurrahman bin Ishaq Alu Syaikh (2008), pada ayat tersebut dimaksudkan bahwa para tiap-tiap kabilah untuk memperdalam agamanya melalui wahyu-wahyu yang kepada Rasul.

Selanjutnya apabila mereka kembali kepada kaumnya memberikan peringatan kepada kaumnya tentang segala sesuatu yang menyangkut musuh mereka (agar mereka waspada). Dengan demikian, maka golongan yang tertentu ini memikul dua tugas sekaligus.

Tetapi sesudah masa Nabi Saw., maka tugas mereka yang berangkat dari kabilah-kabilah itu tiada lain adakala­nya untuk belajar agama atau untuk berjihad, karena sesungguhnya hal tersebut fardu kifayah bagi mereka.

Alasan Umat Islam Diperintahkan Menuntut Ilmu

Bukan tanpa alasan umat Islam diperintahkan untuk menuntut ilmu. Sebab, terdapat banyak sekali keutamaan dari ilmu, di antaranya adalah:

  • Ilmu adalah keistimewaan yang Allah SWT khususkan hanya untuk manusia semata. Selain ilmu, manusia dan hewan memiliki kesamaan.

  • Ilmu dapat mengantarkan seseorang menuju kepada kebajikan dan ketakwaan. Dengan ketakwaan, seseorang dapat memperoleh kemuliaan di sisi Allah subhanahu wa ta’ala, dan kebahagiaan abadi.

  • Ilmu memudahkan umat Islam masuk ke surga. Hal ini didasarkan dari sebuah hadits dari Abu Hurairah, ia berkata Rasulullah SAW bersabda,

“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

Dengan ilmu membuat manusia lebih baik lagi. Ilmu juga membuat seorang Muslim masuk ke surga Allah SWT. Meski demikian, ilmu tidak bisa didapatkan secara instan. Maka dari itu, belajar sedikit demi sedikit adalah jalan terbaik dibandingkan dengan belajar banyak namun hanya sekali saja.(MZM)