Susunan Anggota BPUPKI dan Perannya dalam Persiapan Kemerdekaan Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Walaupun didirikan oleh Jepang, Dokuritzu Junbi Cosukai atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) memiliki peranan penting dalam proses kemerdekaan. Untuk itu, tak ada salahnya mengetahui susunan anggota BPUPKI pada masa sebelum kemerdekaan.
Secara umum, BPUPKI terdiri dari 59 anggota, selain ketua, wakil, dan bendahara. Organisasi ini dipimpin oleh seorang Jawa, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) dr. Radjiman Wediodiningrat.
Susunan Anggota BPUPKI
Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritzu Junbi Cosukai dibentuk oleh Jepang. Lembaga ini diumumkan berdiri tanggal 1 Maret 1945 oleh Panglima Tentara Jepang, Kumaciki Harada.
Mengutip buku Konflik di Balik Proklamasi BPUPKI, PPKI, dan Kemerdekaan, St Sularto, Dorothea Rini Yunarti (2010), pemerintah Jepang mengatakan bahwa pembentukan BPUPKI ini merupakan realisasi janji Jepang untuk memberikan kemerdekaan kepada rakyat Indonesia.
Pengangkatan pengurus dan anggota diumumkan tanggal 29 April 1945, bertepatan dengan hari ulang tahun Kaisar Jepang, Tenno Heika. Sebagai ketua terpilih, dr. KRT Radjiman Wediodiningrat, Ichibangase Yoshio, dan R.P. Suroso sebagai wakil ketua, dan 7 orang Jepang lainnya sebagai anggota luar biasa. Kecuali 8 orang Jepang, seluruhnya berjumlah 62 orang.
Susunan Pengurus BPUPKI secara lengkap adalah sebagai berikut.
Ketua: dr. KRT Radjiman Wediodiningrat
Wakil Ketua: Ichibangase Yosio, R.P. Suroso
Anggota:
Abikoesno Tjokrosoejono
Haji Ah. Sanusi
KH. Abdul Halim
Prof. Dr. Asikin Widjajakoesoemo
M. Aris
Abdul Kadir
Dr. R. Boentaran Martoatmodjo
BPH Bintoro
Ki Hadjar Dewantara
AM Dassad
Prof. Dr. PAH Djajadiningrat
Drs. Moh. Hatta
Ki Bagoes Hadikoesoemo
Mr. R. Hindromartono
Mr. Muh. Yamin
RAA Soemitro Kolopaking Probonegoro
Mr. Dr. R. Koesoemah Atmadja
Mr. J. Latuharhary
R. Margono Djojohadikoesoemo
Mr. AA Maramis
KH. Masjkoer
KHM. Mansoer
Moenandar
AK. Moezakir
R. Otto Iskandar Dinata
Parada Harahap
BPH Poeroebojo
R. Abdoelrahim Pratalykrama
R. Roeslan Wongsokoesoemo
Prof. Ir. R. Rooseno
H. Agus Salim
Dr. Sambsi
Mr. RM Sartono
Mr. R. Samsoedin
Mr. R. Sastromoljono
Mr. R. Singgih
Ir. R. Sukarno
R. Soediman
R. Soekardjo Wirjopranoto
Dr. Soekiman
Mr. A. Subardjo
Prof. Mr. Dr. Soepomo
Ir. RMP Soerahman
Sutardjo Tjokroadisoerjo Kartohadikoesoemo
RMTA Soeryo
Mr. Soesanto
Mr. Soewandi
Drs. KRMA Sosrodiningrat
KHA Wachid Hasjim
KRMTH Woerjaningrat
RAA Wiranatakoesoemo
Mr. KRMT Wongsonagoro
Ny. Mr. Maria Ulfa Santoso
Ny. RSS Mangoenpoespito
Oei Tjong Hauw
Oei Tiang Tjoei
Liem Koen Hian
Mr. Tan Eng Hoa
PF Dahler
A. Baswedan
Anggota Tambahan:
KH Abdul Fatah Hasan
R. Asikin Natanegara
BKPA Soerjo Hamidjojo
Ir. M. Pangeran M. Noer
Mr. M. Besar
Abdul Kaffar
Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mendapat kesempatan untuk menyampaikan gagasannya tentang dasar negara Indonesia yang merdeka, yang diberi nama Pancasila. Pidato yang tidak dipersiapkan secara tertulis terlebih dahulu itu diterima secara aklamasi oleh segenap anggota BPUPKI.
Selanjutnya, BPUPKI membentuk panitia kecil untuk merumuskan dan menyusun Undang-Undang Dasar dengan berpedoman pada pidato Ir. Soekarno.
Maka dibentuklah Panitia Sembilan yang merumuskan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara berdasarkan pidato yang disampaikan Ir. Soekarno, dan menjadikan dokumen itu sebagai teks untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga: Mengenal BPUPKI sebagai Organisasi yang Meresmikan UUD 1945
Demikian ulasan tentang susunan anggota BPUPKI dan perannya dalam persiapan kemerdekaan Indonesia. Sejarah telah mencatat nama-nama di atas sebagai orang yang berperan dalam kemerdekaan Republik Indonesia. (ARD)
