Syarat dan Contoh Pasangan Bangun yang Kongruen dalam Matematika

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tuliskan pasangan bangun yang kongruen! Dua bangun dapat dikatakan kongruen jika mempunyai bentuk dan ukuran yang sama dalam matematika.
Kongruensi menunjukkan kesamaan antara dua bangun ketika satu bisa diubah menjadi yang lain melalui proses translasi, refleksi, dan rotasi. Memahami syarat dan contoh dari bangun yang kongruen sangat penting untuk menambah wawasan matematis siswa.
Syarat Pasangan Bangun yang Kongruen
Tuliskan pasangan bangun yang kongruen dalam Matematika! Sebelum mengetahui contohnya, perlu diketahui bahwa benda-benda yang memiliki bentuk dan ukuran yang sama dinamakan dengan benda yang kongruen.
Sementara itu, benda-benda yang memiliki bentuk sama, tetapi ukurannya berbeda dengan syarat tertentu dinamakan benda sebangun.
Mengutip buku Mega Bank Soal SMP Kelas 1, 2, 3 oleh Tim Guru Eduka (2014), syarat dua bangun datar kongruen yakni dua bangun datar memiliki sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang dan sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.
Pernyataan kongruen umumnya dilambangkan dengan simbol kongruen. Contohnya, jika segitiga ABC dan DEF kongruen, maka bisa dinyatakan ABC ≅ DEF. Hal ini menandakan bahwa segitiga ABC dan DEF mempunyai panjang sisi yang sama dan sudut yang sesuai satu antara satu dengan yang lainnya.
Perlu diingat bahwa konsep kongruensi tidak hanya bisa digunakan pada segitiga, tetapi juga bangun datar lainnya. Contohnya, seperti segiempat, lingkaran, dan lain-lain. Konsep kongruensi berperan penting dalam pemecahan masalah geometrid an membuktikan kesetaraan antardua bangun.
Contoh Pasangan Bangun yang Kongruen
Agar lebih paham, simak contoh soal tentang pasangan bangun yang kongruen di bawah ini:
1. Diketahui, terdapat dua persegi panjang ABCD dan persegi panjang EFGH dengan keterangan berikut:
Panjang ABCD = 3 cm, tinggi ABCD = 2 cm
Panjang EFGH = 3 cm, tinggi EFGH = 2 cm
Jawab:
Diketahui, persegi panjang ABCD dan EFGH. Sudut-sudut yang bersesuaian adalah <DAB bersesuaian dengan <HEF, <ABC bersesuaian dengan <EFG, <BCD bersesuaian dengan <FGH, dan <CDA bersesuaian dengan <GHE. Masing-masing sudut pada bangun datar tersebut membentuk sudut siku-siku.
Baca juga: Contoh Soal Segitiga Kongruen beserta Pembahasannya
Itulah jawaban dari soal tuliskan pasangan bangun yang kongruen. Dengan begitu, siswa dapat belajar lebih dalam lagi tentang materi kongruensi. (DLA)
