Konten dari Pengguna

Syarat Suatu Proses Sosial atau Interaksi Sosial Disebut Asosiatif

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Syarat Suatu Proses Sosial atau Interaksi Sosial Disebut Asosiatif Jika (Foto: Vladvictoria by https://pixabay.com/id/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Syarat Suatu Proses Sosial atau Interaksi Sosial Disebut Asosiatif Jika (Foto: Vladvictoria by https://pixabay.com/id/)

Interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Syarat terjadinya interaksi sosial adalah adanya kontak sosial maupun komunikasi. Berdasarkan bentuknya, interaksi sosial dapat dibagi menjadi proses asosiatif dan disosiatif. Suatu proses sosial atau interaksi sosial disebut asosiatif jika proses mengarah ke persatuan.

Contoh proses asosiatif adalah kerjasama, akomodasi, asimilasi, dan akulturasi. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai bentuk interaksi sosial dalam masyarakat.

Baca juga: Memahami Pengaruh Interaksi Sosial terhadap Pembentukan Lembaga Sosial

Penjelasan Suatu Proses Sosial atau Interaksi Sosial Disebut Asosiatif

Ilustrasi Syarat Suatu Proses Sosial atau Interaksi Sosial Disebut Asosiatif. (Foto: anaterate by https://pixabay.com/id/)

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa syarat terjadinya interaksi sosial adalah apabila ada kontak sosial atau komunikasi. Dikutip dari buku Cara Mudah Menghadapi Ujian Nasional 2008 Sosiologi SMA/MA yang ditulis oleh Sri Saptina H, dkk, berikut adalah bentuk-bentuk interaksi sosial dalam masyarakat:

1. Proses asosiatif

Suatu proses sosial atau interaksi sosial disebut asosiatif jika proses mengarah ke persatuan. Proses sosial asosiatif juga dapat dijelaskan sebagai proses interaksi sosial yang mengarah pada bentuk kerjasama, meliputi kerjasama, akomodasi, asimilasi, dan akulturasi.

2. Proses disosiatif

Proses sosial disosiatif merupakan proses yang cenderung ke arah timbulnya perpecahan dan merenggangkan solidaritas kelompok, meliputi persaingan (kompetisi), pertentangan (konflik), dan kontravensi.

Proses asosiatif dan proses disosiatif dapat terbentuk akibat beberapa pengaruh, seperti mitigasi, sugesti, identifikasi, dan simpati. Berikut adalah penjelasan masing-masing pengaruh:

  1. Imitasi, merupakan suatu tindakan meniru sikap dan perilaku orang lain, misalnya gaya bicara, tingkah laku, kebiasaan, dan lainnya.

  2. Sugesti, merupakan suatu anjuran yang diberikan seseorang yang menyebabkan reaksi langsung dan tanpa pikir panjang orang lain menerima atau mengikuti anjuran tersebut.

  3. Identifikasi, merupakan kecenderungan seseorang ingin sama dengan perilaku orang lain yang menjadi idolanya.

  4. Simpati, merupakan kemampuan seseorang untuk merasakan diri seolah-olah dalam keadaan orang lain ikut merasakan apa yang dialami oleh orang lain. Misalnya, ketika ada teman yang rumahnya terbakar habis, kita ikut merasakan kesedihannya dan berusaha untuk membantu.

Dalam kehidupan masyarakat, interaksi sosial tidak pernah lepas dari setiap orang. Adapun suatu proses sosial atau interaksi sosial disebut asosiatif jika proses mengarah ke persatuan. Semoga informasi di atas bermanfaat! (CHL)