Tahapan dan Proses Kelahiran Bayi pada Persalinan Normal

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Proses kehamilan yang normal adalah selama 9 bulan sepuluh hari. Setelahnya, calon ibu akan melahirkan bayi mereka, baik secara normal maupun caesar. Bagi calon ibu, tentu harus bisa jelaskan proses kelahiran bayi dengan tepat.
Sebab, hal ini merupakan bagian dari pengetahuan yang wajib dipahami oleh setiap calon ibu. Dengan begitu, maka diharapkan proses persalinan nantinya bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan prosedurnya.
Tahapan dan Proses Kelahiran Bayi
Mengutip dari buku Asuhan Persalinan Normal dan Bayi Baru Lahir, Annisa Ul Mutmainnah, Hemi Johan, dan Stephanie Sorta Liyod (2021:117), berikut ini adalah tahapan dan proses kelahiran bayi dalam persalinan normal yang perlu diketahui.
1. Pembukaan Leher Rahim
Pembukaan leher rahim atau yang lebih sering disebut kontraksi merupakan tahapan pertama dalam proses kelahiran bayi. Pada tahap ini, ibu akan mulai merasa kontraksi yang teratur. Seiring waktu berjalan, kontraksi ini akan menjadi lebih kuat, lebih sering, dan lebih teratur.
Hal inilah yang menyebabkan leher rahim atau serviks terbuka dan melunak. Tak hanya itu, leher rahim pun memendek dan menipis sehingga memungkinkan bayi pindah ke jalan lahir.
Adapun tahapan kontraksi sendiri terdiri dari fase, yakni fase awal, fase aktif, dan fase transisi. Pada tahap awal, serviks mulai melebar serta ibu mengalami kontraksi ringan dan tidak teratur.
Lalu pada fase aktif, serviks akan melebar hingga 10 cm dan kontraksi jadi semakin kuat dan teratur. Baru di fase transisi, kontraksi terasa sangat intens dengan jarak 60-90 detik.
2. Mengejan dan Melahirkan Bayi
Tahap kedua dalam persalinan normal, ibu sudah mulai bisa mengejan dan mengeluarkan bayinya. Setiap ibu akan mengalami tahapan ini dalam waktu yang berbeda. Ada yang dalam hitungan menit, jam, atau bahkan lebih.
Saat mengejan dan mendorong bayi, ibu tidak bisa melakukannya sembarangan. Sebab, ibu harus menunggu aba-aba dari dokter atau bidan kapan waktunya harus mengejan dan mendorong.
3. Mengeluarkan Plasenta
Tahapan terakhir dari persalinan normal adalah mengeluarkan plasenta. Jadi, setelah bayi berhasil dilahirkan, maka ibu bisa langsung melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Setelahnya, ibu juga harus mengeluarkan plasenta.
Umumnya, tahap pengeluaran plasenta ini dapat berlangsung antara 15-30 menit setelah bayi lahir. Pada tahap ini, ibu juga akan mengalami kontraksi seperti melahirkan, tetapi dengan intensitas yang lebih ringan.
Baca Juga: Cara Bernapas yang Efektif saat Proses Persalinan
Semoga informasi di atas bisa membantu para calon ibu agar bisa jelaskan proses kelahiran bayi melalui persalinan normal sesuai dengan prosedurnya. (Anne)
