Tanda-tanda Seseorang Kekurangan Sel Darah Merah dan Cara Mengatasinya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Darah adalah salah satu unsur penting bagi tubuh manusia. Darah memiliki banyak fungsi di antaranya, yaitu sebagai pengangkut oksigen dan karbondioksida, pengangkut air, pengangkut nutrisi, serta pembentukan sistem kekebalan tubuh. Khristiyono (2008: 103) dalam bukunya yang berjudul “Seri Pendalaman Materi Biologi” menjelaskan bahwa ada tiga jenis sel darah manusia, yakni eritrosit, leukosit, dan trombosit. Ketiga jenis sel darah tersebut harus ada dalam darah manusia dan dalam jumlah yang stabil sebab bila jumlahnya berlebih atau berkurang dalam waktu lama maka akan membahayakan manusia itu sendiri. Salah satu bahayanya adalah kekurangan sel darah merah.
Kekurangan Sel Darah Merah
Kekurangan sel darah merah atau yang biasa disebut anemia merupakan kondisi ketika seseorang kekurangan sel darah merah atau ketika sel darah merah yang ia miliki tidak dapat berfungsi dengan baik. Jangka pendeknya, seseorang yang mengalami kekurangan sel darah merah akan tampak pucat dan mudah lelah.
Pada dasarnya, laki-laki dewasa harus memiliki kadar hemoglobin di atas 14 gram/dl sedangkan perempuan dewasa harus memiliki hemoglobin di atas 12 gram/dl. Adapun batas bawah kandungan hemoglobin dalam darah adalah 8 gram/dl. Jika di bawah itu maka sudah termasuk anemia berat bahkan memerlukan transfusi darah.
Tanda-tanda Kekurangan Sel Darah Merah
Untuk menghindari gejala anemia berat yang mengharuskan transfusi darah atau Tindakan operasi, Anda perlu memahami tanda-tanda kekurangan sel darah merah sebagai berikut.
Mudah lelah
Sakit kepala
Sulit berkonsentrasi
Pusing ketika berdiri
Wajah/kulit tampak pucat
Nyeri dada
Namun, untuk mengetahui secara pasti seseorang anemia atau tidak diperlukan adanya pemeriksaan lab dan dokter. Sebagai langkah awal untuk mengatasi atau mencegah anemia, Anda dapat melakukan pola berikut ini.
Konsumsi daging, sayuran hijau, atau kacang-kacangan.
Konsumsi suplemen zat besi.
Konsumsi vitamin C yang cukup.
Tidak mengonsumsi minuman berkafein.
Selanjutnya, tetap jaga pola hidup sehat dan selalu konsultasikan masalah Kesehatan Anda ke dokter. Semoga, kita bisa hidup lebih sehat! (AA)
