Konten dari Pengguna

Tangga Nada yang Memiliki Lima Nada Pokok dan Jenis-jenisnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tangga nada yang memiliki lima nada pokok. Foto: Unsplash/David Beale
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tangga nada yang memiliki lima nada pokok. Foto: Unsplash/David Beale

Dalam memainkan alat musik, salah satu yang perlu diketahui adalah tangga nada. Akan tetapi banyak yang belum mengetahui jenis dari tanda nada. Seperti pertanyaan tentang tangga nada yang memiliki lima nada pokok dinamakan apa?

Terlebih, tangga nada tersebut juga terdiri dari beberapa jenis. Sehingga, perlu diketahui lebih mendalam agar tidak kesulitan dalam memainkan alat musik, terutama musik tradisional.

Penjelasan Tangga Nada yang Memiliki Lima Nada Pokok

Ilustrasi tangga nada yang memiliki lima nada pokok. Foto: Unsplash/Michael Maasen

Tangga nada adalah susunan yang berjenjang dari nada rendah ke nada tinggi. Tangga nada sendiri berfungsi sebagai instrumen yang membuat sebuah lagu terdengar indah dan harmonis.

Adapun jawaban dari pertanyaan tangga nada yang memiliki lima nada pokok dinamakan dengan pentatonis.

Dikutip dari buku Pengembangan Media Pembelajaran Musik Berbasis Digital untuk Sekolah Dasar, J. Julia, dkk (2021), pentatonis adalah tangga nada dengan lima nada dalam satu oktaf. Pentatonis sendiri berasal dari kata penta yang memiliki arti lima.

Tangga nada pentatonis umumnya digunakan pada musik daerah dengan memakai alat musik tradisional, seperti alat musik karawitan Jawa atau Sunda.

Tangga nada yang juga disebut dengan pentatonic scale adalah salah satu jenis tangga nada yang biasa dipakai oleh masyarakat. Sebab, tangga nada jenis ini sudah ada sejak awal perkembangan musik.

Jenis-jenis Tangga Nada Pentatonis

Ilustrasi jenis-jenis nada pentatonis. Foto: Unsplash/Mufid Majnun

Terdapat dua macam jenis tangga nada pentatonis, yakni tangga nada pelog dan tangga nada slendro.

1. Tangga Nada Pelog

Tangga nada pentatonik pelog memiliki interval 1-2-3-4-5-6-7-1 atau do-re-mi-fa-sol-la-si-do. Akan tetapi terdapat dua nada yang sangat jarang digunakan, yakni 2 (re) dan 6 (la). Sehingga nada yang digunakan adalah 1-3-4-5-7-1 atau do-mi-fa-sol-si-do.

Ciri-ciri dari tangga nada pelog bersifat menenangkan, khidmat, dan sakral. Contoh lagu daerah yang menggunakan tangga nada pelog di antaranya adalah:

  • Gundul Gundul Pacul: Jawa Tengah

  • Pitik Tukung: Jawa Tengah

  • Suwe Ora Jamu: Jawa Tengah

  • Karatagan Pahlawan: Jawa Barat

  • Ngusak Asik: Bali

  • Macepet Cepetan: Bali

2. Tangga nada Slendro

Tangga nada pentatonik slendro memiliki pola yang sedikit berbeda dengan tangga nada diatonis, yakni 1-2-3-5-6-1 atau do-re-mi-sol-la-do. Sedangkan intervalnya sama, berupa 1-1-1½-1-1½.

Ciri-ciri dari tangga nada slendro adalah menyenangkan, gagah, berani, dan lincah. Contoh lagu daerah dengan tangga nada slendro antara lain:

  • Lir Ilir: Jawa Tengah

  • Te Kate Dipanah: Jawa Tengah

  • Cing Cangkeling: Jawa Barat

  • Kerraban Sape: Madura, Jawa Timur

  • Janger: Bali

Baca Juga: Jenis, Jumlah, dan Nama Nada pada Tangga Nada Pentatonis di Seni Musik

Itulah penjelasan singkat tentang dari pertanyaan tangga nada yang memiliki lima nada pokok dinamakan tangga nada pentatonik. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan tentang unsur-unsur dalam seni musik.(MZM)