Tangga Nada yang Mendominasi Musik Daerah Nusantara

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tangga nada musik daerah nusantara didominasi dengan tangga nada pentatonik. Penta artinya lima dan tohe artinya nada. Sesuai dengan namanya, tangga nada ini memiliki lima nada pokok yang umumnya digunakan pada musik daerah.
Perlu diingat bahwa tangga nada pentatonik tidak dilihat berdasarkan urutan tangga nadanya. Memahami karakteristik tangga nada ini sangat penting agar dapat menyanyikan lagu dengan baik.
Mengenal Pentatonik, Tangga Nada yang Mendominasi Musik Daerah Nusantara
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tangga nada musik daerah nusantara didominasi dengan tangga nada pentatonik. Mengutip buku Mandiri Belajar SD/MI Kelas 5 Semester 2, Nidaul Janah (2021), tangga nada ini digunakan pada alat musik tradisional, seperti karawitan Jawa atau Sunda.
Adapun contoh alat musik yang dipakai untuk tangga nada ini yaitu gamelan Jawa, Bali, Sunda, Madura, dan Batak. Tangga nada pentatonik cukup legendaris karena telah ada sejak awal masa perkembangan musik.
Tidak heran jika tangga nada ini bisa ditemukan dengan mudah di musik-musik kelas dunia. Penggunaannya sendiri bisa diaplikasikan untuk musik tradisional atau musik modern.
Jenis Tangga Nada Pentatonik
Tangga nada pentatonik dibedakan menjadi dua, yakni tangga nada pelog dan tangga nada slendro. Adapun penjelasannya yakni sebagai berikut:
1. Tangga Nada Pentatonik Pelog
Musik yang menggunakan tangga nada pelog mempunyai karakteristik yang menenangkan dan memunculkan kesan penghormatan. Tangga nada pelog adalah tangga nada yang terdiri dari lima nada dan umumnya digunakan pada alat musik gamelan Jawa dan Bali.
Contoh penerapan tangga nada ini yaitu Tari Bali dari Bali, Jamuran dari Jawa Timur, dan Gambang Suling dari Jawa Tengah. Perbedaan jarak pada tangga nada pelog cukup besar, di antaranya yaitu do, mi, fa, sol, dan si. Beberapa contoh lagu daerah yang menggunakan tangga nada pelog yang lainnya yakni sebagai berikut:
Gundul Gundul Pacul asal Jawa Tengah
Karatagan Pahlawan asal Jawa Barat
Pitik Tukung asal Jawa Tengah
Ngusak Asik asal Bali
Macepet Cepetan asal Bali
2. Tangga Nada Pentatonis Slendro
Tangga nada slendro mempunyai ciri khas musik yang menggembirakan, berani, gagah, dan lincah. Jika tangga nada pelog memiliki jarak nada yang cukup besar, lain halnya dengan tangga nada slendro yang jarak antarnadanya cukup kecil. Adapun tangga nadanya yaitu do, re, mi, sol, dan la.
Te Kate Dipanah asal Jawa Tengah
Lir Ilir asal Jawa Tengah
Cing Cangkeling asal Jawa Barat
Keraban Sape asal Jawa Tengah
Cublak Cublak Suweng asal Jawa Tengah
Baca juga: Mengenal Tangga Nada: Urutan Nada yang Disusun secara Berjenjang dalam Musik
Jadi, dapat disimpulkan bahwa tangga nada musik daerah nusantara didominasi dengan tangga nada pentatonik. Tangga nada ini dibedakan menjadi pelog dan slendro yang bisa digunakan sesuai karakteristik lagu yang dibawakan. (DLA)
