Tanggal Pemilu di Indonesia Pertama dan Hasilnya dalam Sejarah

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai negara demokrasi, Indonesia juga menyelenggarakan Pemilu setiap 5 tahun sekali. Sejarah Pemilu di Indonesia yang pertama pada tanggal 29 September 1955.
Ciri negara demokrasi adalah rakyat dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan kebijakan politik. Pemilu merupakan wujud hak warga negara dalam bentuk pemerintahan demokrasi.
Sejarah Pemilu di Indonesia yang Pertama pada Tanggal 29 September 1955, Ini Ulasannya!
Pemilu pertama di Indonesia baru terselenggara tahun 1955, sepuluh tahun setelah kemerdekaan. Sejarah Pemilu di Indonesia yang pertama pada tanggal 29 September 1955.
Pemilu pertama di Indonesia diikuti oleh lebih dari 30 partai, dan lebih dari seratus daftar kumpulan dan calon perorangan bagi anggota DPR. Pada tanggal 15 Desember 1955 diselenggarakan Pemilu untuk memilih anggota Konstituante (Badan Pembentuk UUD).
Pemilu untuk keanggotaan DPR dan Konstituante berlangsung aman, lancar, jujur dan adil serta sangat demokratis, sehingga mendapat pujian dari berbagai pihak, termasuk negara-negara asing.
Dikutip dari buku Pemilu Indonesia dalam Angka dan Fakta, Biro Humas KPU (2000:7), yang menarik dari Pemilu 1955 adalah tingginya kesadaran berkompetisi secara sehat.
Meskipun yang menjadi calon anggota DPR adalah Perdana Menteri dan Menteri yang sedang memerintah, mereka tidak menggunakan fasilitas negara dan otoritasnya kepada pejabat bawahan negara.
Hasil Pemilu 1955
Berdasarkan buku Pemilu di Indonesia, Topo Santoso, (2019:33), hasil pemungutan suara pada Pemilu 1955 menghasilkan empat partai peraih suara terbesar.
Partai pemenang Pemilu pertama berturut-turut adalah Partai Nasional Indonesia (PNI), Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), Nahdatul Ulama (NU), dan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Perbedaan perolehan suara keempat partai itu tidaklah begitu besar satu sama lain, tetapi setelah keempat partai tadi, partai-partai lainnya memperoleh suara yang agak jauh lebih kecil.
Berdasarkan besarnya perolehan suara dan perolehan kursi tersebut, Herbert Feith, seorang profesor ahli politik, mengelompokkan partai-partai peserta Pemilu 1955 ke dalam tiga kategori, yaitu.
Partai-partai besar dengan perolehan suara lebih dari 78 persen, adalah Partai Nasional Indonesia, Masyumi, Nahdatul Ulama (NU), dan PKI.
Enam partai yang masing-masing memperoleh antara 4 hingga 8 kursi, masuk kelompok menengah, yaitu PSII, Parkindo, Partai Katolik, PSI, Perti, dan IPKI.
Partai atau kelompok yang memperoleh dua kursi atau kurang, masuk dalam kelompok partai kecil, antara lain PRN, Partai Buruh, GPPS, PRI, PPPRI, dan Partai Murba.
Baca juga: Sejarah Pemilu 1955 sebagai Pemilu Pertama di Indonesia
Sejarah Pemilu di Indonesia yang pertama pada tanggal 29 September 1955. Hasil Pemilu pertama dimenangkan oleh Partai Nasional Indonesia (PNI).(DK)
