Konten dari Pengguna

Tantangan Keberadaan UMKM Menghadapi Pasar Bebas di Asia Tenggara

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi keberadaan UMKM menghadapi pasar bebas di Asia Tenggara. Foto: Unsplash/CHUTTERSNAP
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keberadaan UMKM menghadapi pasar bebas di Asia Tenggara. Foto: Unsplash/CHUTTERSNAP

Perkembangan ekonomi dunia telah memasuki fase pasar bebas. Meskipun banyak manfaatnya, namun pasar bebas menjadi tantangan besar terhadap UMKM. Maka dari itu, tantangan keberadaan UMKM menghadapi pasar bebas perlu diperhatikan.

Hal di atas dapat membawa berbagai manfaat. Salah satunya, para pelaku UMKM dapat menghadapi tantangan besar pasar bebas di kawasan Asia Tenggara.

Keberadaan UMKM Menghadapi Pasar Bebas di Asia Tenggara

Ilustrasi keberadaan UMKM menghadapi pasar bebas di Asia Tenggara. Foto: Unsplash/S O C I A L . C U T

Pasar bebas adalah sistem perdagangan yang memberikan kebebasan jual beli tanpa keterikatan terhadap kebijakan ekonomi. Sehingga, pengusaha memiliki kewenangan besar dalam mengelola produksi dan harga hingga target pasar.

Kebebasan tersebut berdampak pada persaingan yang semakin ketat. Bahkan, persaingan tersebut berdampak buruk terhadap perusahaan kecil atau UMKM dengan pembiayaan yang terbatas.

Adapun tantangan keberadaan UMKM menghadapi pasar bebas yakni.

1. Persoalan Produk Impor

Persoalan produk impor yang dialami pelaku UMKM seperti keterbatasan infrastruktur dan akses pemerintah terkait dengan perizinan dan birokrasi serta tingginya tingkat pungutan.

Dengan segala persoalan yang ada, potensi UMKM yang besar itu menjadi terhambat. Selain itu, proses tersebut dapat meningkatkan harga yang membuat kalah dengan produk dari negara lain.

2. Kurangnya Akses Informasi

Akses informasi adalah salah satu persoalan pelaku UMKM, seperti kurangnya akses informasi, khususnya informasi pasar. Hal tersebut mengakibatkan rendahnya orientasi pasar dan lemahnya daya saing di tingkat global.

Miskinnya informasi mengenai pasar tersebut, menjadikan UMKM tidak dapat mengarahkan pengembangan usahanya secara jelas dan fokus, sehingga perkembangannya mengalami stagnasi.

3. Krisis Global

Krisis global membuat banyak permasalah buat pelaku UMKM, seperti harga barang mentah yang meningkat, ketidakstabilan keuangan hingga kurangnya kemampuan daya beli di luar negeri.

Cara Mengatasi Tantangan UMKM Menghadapi Pasar Bebas di Asia Tenggara

Ilustrasi cara mengatasi tantangan UMKM menghadapi pasar bebas di Asia Tenggara. Foto: Unsplash/CHUTTERSNAP

Dikutip dari Tantangan UMKM Indonesia Dalam Menghadapi Pasar Bebas Asean oleh Muhammad Ilham Darfaz, dkk (2023), ada beberapa program yang dapat diimplementasikan untuk mengatasi tantangan pelaku UMKM dalam menghadapi pasar bebas di Asia Tenggara. Berikut di antaranya.

1. Penciptaan Iklim Usaha UMKM

Tujuan program ini adalah untuk memfasilitasi terselenggaranya lingkungan usaha yang efisien secara ekonomi, sehat dalam persaingan, dan nondiskriminatif bagi kelangsungan dan peningkatan kinerja usaha kecil menengah.

2. Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi UMKM

Program ini bertujuan untuk mempermudah, memperlancar, dan memperluas akses UMKM kepada sumber daya produktif.

Sehingga pelaku UMKM mampu memanfaatkan kesempatan yang terbuka dan potensi sumber daya lokal serta menyesuaikan skala usahanya sesuai dengan tuntutan efisiensi.

3. Penegembanagn Kewirausahaan Dan Keunggulan Kompetitif UMKM

Program ini ditujukan untuk mengembangkan jiwa dan semangat kewirausahaan dan meningkatkan daya saing UMKM, sehingga pengetahuan serta sikap wirausaha semakin berkembang dan produktivitas meningkat.

4. Pemberdayaan Usaha Skala Kecil

Program ini ditujukan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang bergerak dalam kegiatan usaha ekonomi di sektor informal yang berskala usaha mikro, terutama yang masih berstatus keluarga miskin.

Hal ini dilakukan dalam rangka memperoleh pendapatan yang tetap, melalui upaya peningkatan kapasitas usaha, sehingga menjadi unit usaha yang lebih mandiri.

5. Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kelembagaan dan organisasi koperasi agar koperasi mampu tumbuh dan berkembang secara sehat.

Baca Juga: Kekurangan dan Kelebihan Pasar Bebas

Semua tantangan besar dari keberadaan UMKM menghadapi pasar bebas di Asia Tenggara harus dihadapi. Jadi, pelaku UMKM di Indonesia bisa berkembang dan bertahan di tengah tekanan negara lain.(MZM)